Khutbah Salat Iduladha 1445 H Wakil Rektor Uhamka di Kantor PP Muhammadiyah

Wakil Rektor Uhamka, Muhammad Dwi Fajri bertindak menjadi khatib Salat Iduladha 1554 Hijriah di halaman Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Senin (17/6).

Khutbah Salat Iduladha 1445 H Wakil Rektor Uhamka di Kantor PP Muhammadiyah
Wakil Rektor Uhamka, Muhammad Dwi Fajri bertindak menjadi khatib Salat Iduladha 1554 Hijriah di halaman Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Senin (17/6). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka), Muhammad Dwi Fajri bertindak menjadi khatib Salat Iduladha 1554 Hijriah di halaman Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Jakarta, Senin (17/6).

Salat Idul Adha ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy.

Dalam khutbahnya, Dwi Fajri di depan Muhadjir Effendy dan jemaah lainnya membicarakan makna penting sebuah keluarga.

"Tapi menjadi bagian penting untuk kemajuan bangsa. Mimpi besar kita membangun bangsa tak akan mungkin mengabaikan eksistensi keluarga," ujarnya.

Dia menjelaskan keluarga menempati posisi penting karena adanya ikatan emosional hingga psikologi yang dibangun.

Selain itu, Dwi Fajri juga mengingatkan kisah keluarga Nabi Ibrahim.

"Keluarga semakin menempati posisi yang sangat penting karena dalam keluarga lah ikatan yang kuat secara emosional, psikologi dibangun," ujarnya.

Dwi Fajri mengatakan Nabi Ibrahim merupakan orang yang teguh. Ia menuturkan Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT untuk mengorbankan dan menyembelih anaknya, Ismail.

"Ketaatan penuh Ibrahim Alaihissalam, Ibrahim yakin bahwa apa yang dialami adalah wahyu," sebutnya.

Selanjutnya, Dwi Fajri mengatakan keteguhan Nabi Ibrahim juga didukung oleh peran ketaatan istrinya, Siti Hajar dan anaknya Ismail.

Dia menyebutkan Siti Hajar mendukung Nabi Ibrahim menjalankan perintah mengorbankan anaknya tersebut. Pada akhirnya, Allah mengganti Ismail dengan seekor kibas yang disembelih Nabi Ibrahim tersebut.

"Siti Hajar berkata, wahai suamiku, jika memang begitu perintah-Nya, perintah Allah maka aku yakin Allah tidak akan menelantarkan kami," ucapnya.

Dwi Fajri mengatakan ada tiga peran strategis sebuah keluarga yang juga menjadi pilar bangsa. Tiga peran itu adalah peran pendidikan spiritual, pendidikan intelektual dan pendidikan emosional.

"Kita sebagai diri pribadi, sebagai pemangku kebijakan, dan apapun peran kita, mesti meletakan keluarga sebagai unsur penting dalam kehidupan, hendaknya kita menjadikan keluarga sebagai tempat menumbuhkan ragam kecerdasan, spiritual, emosional, sosial dan berbagai kecerdasan yang lainnya, di mana cinta dan kasih dibangun, kreativitas dan kritisisme ditumbuhakan dan pada saat bersamaam ketaatan kepada Allah ditinggikan," terangnya.

Saksikan Live Streaming Salat Iduladha 1445 H PP Muhammadiyah