Lawan Pinjol, Rumah Sakinah Muhammadiyah Bantu Modal Usaha 28 Binaan di Ramadan 1447 H

Lawan Pinjol, Rumah Sakinah Muhammadiyah Bantu Modal Usaha 28 Binaan di Ramadan 1447 H
Rumah Sakinah Muhammadiyah kembali menggulirkan program bantuan ekonomi bagi warga renta pada bulan Ramadan 1447 H. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah, Rumah Sakinah Muhammadiyah kembali menggulirkan program bantuan ekonomi bagi warga rentan. Kali ini, Amal Usaha Muhammadiyah Sosial (AUMSos) yang berada di bawah binaan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah tersebut menggelar program pinjaman modal usaha untuk membantu binaan yang terjerat pinjaman online (pinjol) maupun bank titil.

Program bertajuk “Pinjaman Modal Usaha Melawan Pinjol” ini menyasar 28 orang binaan yang akan memulai maupun mengembangkan usaha selama Ramadan. Para penerima bantuan terdiri dari korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), mantan pekerja seks komersial (PSK), hingga warga miskin yang berhadapan dengan persoalan hukum.

Kepala Pengelola Rumah Sakinah Muhammadiyah, Ning Purbowati atau akrab disapa Bu Titik, mengatakan program ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kemandirian ekonomi binaan di tengah situasi ekonomi yang semakin berat.

“ Dalam kondisi yang ekonomi sangat berat ini, binaan kami yang sudah kami tempa untuk usaha, akan kami dorong pada bulan Ramadhan ini untuk jualan bagi yang sudah berjalan kami support agar lebih maju dan yang akan usaha baru kami dampingi. Banyaknya pinjaman yang menawarkan dengan bunga mencekik dan masih susahnya akses pinjaman di bank yang selalu memakai agunan, buat binaan kami berat untuk itu kami membuka pintu donatur dan warga yg berlebihan harta bisa bantu program kami ini,” ujar Bu Titik saat kegiatan asesmen binaan.

Bu Titik menyampaikan, asesmen dilakukan bersama pengurus Rumah Sakinah lainnya, yakni Bu Zalnis, Bu Ecih, Bu Cici, Bu Anna, dan Bu Okta.

Rumah Sakinah menilai, pinjaman online maupun bank titil atau bank pasar sering menawarkan proses cepat dan mudah, tetapi memiliki bunga tinggi yang membebani masyarakat kecil. Sementara itu, akses pembiayaan formal seperti perbankan maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pelaku usaha mikro karena persyaratan yang rumit dan membutuhkan agunan.

Wakil Sekretaris Pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah, Anasrullah ST, menegaskan bahwa mayoritas binaan memiliki kebutuhan modal yang relatif kecil, namun sulit mendapatkan akses pinjaman resmi.

“ Binaan kami warga yang korban KDRT, TPPO dan Mantan PSK yang kepingin usaha mandiri tapi susah mendapatkan akses perbankan dengan persyaratan yang memberatkan, padahal kebutuhan mereka tidak banyak maksimal 5 Juta. Alhamdulillah lewat bantuan Kemensos dan Baznas yang tahun lalu memberikan modal usaha, untuk tahun ini kita mengupayakan lagi lewat donatur dan lembaga bantuan lainnya,” ujar Anasrullah.

Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya program serupa telah didukung oleh Kementerian Sosial dan Baznas melalui bantuan modal usaha. Namun pada Ramadan tahun ini, Rumah Sakinah kembali membuka peluang kerja sama dengan donatur dan lembaga sosial lainnya untuk memperluas jangkauan bantuan.

Kegiatan asesmen penerima bantuan telah dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 di Rumah Sakinah Muhammadiyah. Dalam pekan yang sama, pinjaman modal usaha akan direalisasikan kepada 28 binaan dengan nilai bantuan yang bervariasi, berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per orang.

Rumah Sakinah berharap bantuan modal usaha tersebut dapat membantu binaan meningkatkan pendapatan keluarga selama Ramadan sekaligus menjadi jalan keluar dari jeratan pinjol dan praktik pinjaman berbunga tinggi.