LDK PP Muhammadiyah: Kemiskinan Dapat Lahir dari Pandangan Agama yang keliru

Sekretaris LDK PP Muhammadiyah, Faozan Amar mengatakan musuh terbesar bangsa Indonesia saat ini ada dua yaitu kemiskinan dan kebodohan.

LDK PP Muhammadiyah: Kemiskinan Dapat Lahir dari Pandangan Agama yang keliru
Sekretaris LDK PP Muhammadiyah, Faozan Amar/ Foto: Tangkap layar Gerakan Subuh Mengaji (GSM) bertajuk 'Jihad Melawan Kemiskinan dan Kebodohan'.

TVMU.TV - Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Faozan Amar mengatakan musuh terbesar bangsa Indonesia saat ini ada dua yaitu kemiskinan dan kebodohan.

Oleh karenanya, ia mendorong agama sebagai pandangan hidup bisa berperan dalam dua sisi. Pertama dapat mendorong manusia pada kesejahteraan. Lalu yang kedua dapat menjadikan seorang berada dan bertahan pada kemiskinan.

Demikian hal itu disampaikan Faozan Amar dalam acara Gerakan Subuh Mengaji (GSM) bertajuk 'Jihad Melawan Kemiskinan dan Kebodohan' ditulis, Selasa (13/9).

Lebih lanjut, Faozan menjelaskan kemiskinan bisa terjadi disebabkan secara struktural dan kultural. Menurutnya, kemiskinan secara struktur terlalu kencang mengeksplorasi sumber-sumber kekayaan di Tanah Air, sehingga sumber daya alam yang seharusnya dirasakan seluruh rakyat Indonesia, tidak terealisasi.

Selanjutnya, kemiskinan secara kultural dikarenakan adanya mentalitas dan kesadaran yang dimiliki oleh segenap bangsa Indonesia. Dalam hal ini, ujar dia, kemiskinan bisa terjadi karena disebabkan oleh cara pandangan keagamaan yang keliru.

“Kemiskinan dapat lahir dari rahim pandangan religious yang keliru. Seperti pandangan tentang takdir Tuhan. Tuhan diyakini telah mentakdirkan kemiskinan bagi seseorang, takdir tersebut tidak dapat diubah,” terang Faozan.

Menurutnya, dalam konteks ini peran terhadap kemiskinan dan kebodohan tidak disebabkan atau dipicu oleh persoalan sosial-politik dan ekonomi saja, namun juga pada masalah mentalitas dan kesadaran yang tertanam pada setiap individu.

VIDEO: Jihad Melawan Kemiskinan dan Kebodohan