Lima Kunci Muhammadiyah Jadi Ormas Terpercaya
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa tingginya kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah dibangun melalui konsistensi menjaga nilai kejujuran, profesionalitas, hingga sistem organisasi yang kokoh.
Pernyataan itu disampaikan Haedar merespons hasil survei Kompas 2024 yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah mencapai 91 persen di Yogyakarta, Jumat (23/1).
Menurut Haedar, capaian tersebut bukan hasil kerja sesaat, melainkan buah dari prinsip-prinsip yang sejak lama menjadi fondasi gerakan Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah dan amal usaha di berbagai bidang.
Prinsip pertama yang ditekankan Haedar adalah kejujuran dan amanah. Nilai ini, kata dia, sejalan dengan sifat Nabi Muhammad SAW dan menjadi prinsip yang semakin bernilai di tengah tantangan kehidupan modern.
Prinsip kedua adalah profesionalitas. Haedar menjelaskan, Muhammadiyah membangun profesionalisme sebagai basis gerakan agar pelayanan organisasi dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Pengelolaan 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) menjadi contoh konkret penerapan prinsip tersebut. Setiap institusi dikelola oleh sumber daya manusia yang sesuai dengan keahlian dan kompetensinya.
“PTMA dan UMJ yang akan mengelola itu sudah memiliki habitat atau kebiasaan dan culture atau kebudayaan yang profesional bahwa kita akan mengelola dunia pendidikan,” ungkapnya.
“Profesionalitas di Muhammadiyah dibangun dengan landasan meritokrasi,” imbuh Haedar.
Prinsip ketiga yang dijaga Muhammadiyah adalah kemodernan. Haedar menuturkan bahwa Muhammadiyah selalu berupaya menghadirkan ajaran Islam secara kontekstual agar mampu menjawab perkembangan zaman.
“Kemodernan kita akan selalu menghadapi perkembangan zaman, menjawab tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam yang kita miliki yakni Islam Berkemajuan,” ujarnya.
Selanjutnya, prinsip berkemajuan menjadi pendorong agar seluruh amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan, terus berada di garis depan. Untuk itu, kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak dinilai menjadi kunci utama.
Adapun prinsip terakhir adalah sistematik. Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah dikelola dengan sistem organisasi yang kuat dan berjenjang, mulai dari pusat hingga ranting, sehingga mampu menjaga konsistensi gerakan meskipun diwarnai dinamika kepemimpinan.
“Berbagai orang masuk menjadi pimpinan dengan keragamannya, dengan dinamikanya, tapi semuanya diikat oleh sistem bahkan sebuah keputusan pun ketika terjadi banyak perbedaan diikat oleh sistem,” katanya.
Haedar menilai, kelima prinsip tersebut menjadi modal utama Muhammadiyah dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat perannya sebagai organisasi Islam modern yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.