Luncurkan Program BERDAYA, Muhammadiyah dan Lazismu Bekali Difabel Jadi Wirausaha Mandiri
TVMU.TV - Pemberdayaan penyandang difabel menjadi komitmen nyata Muhammadiyah untuk memajukan martabat manusia. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Lazismu meluncurkan program BERDAYA (Bersama Difabel Berkarya), Selasa (30/12), di Aula Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta.
Program ini diawali dengan Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan dan Penyaluran Bantuan Modal Tahap I bagi 30 penyandang difabel dari berbagai ragam disabilitas di wilayah Jabodetabek.
Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurohman, membuka acara dengan memberikan motivasi mendalam. Ia menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menjadi halangan untuk berkarya dan meraih prestasi.
“Allah tidak melihat fisik dan rupa, tetapi iman, hati, dan amal. Amal saleh itu adalah karya-karya yang baik. Kekurangan bukan penghalang prestasi,” tegas Agus.
Ia mengajak seluruh peserta untuk terus berkarya dengan niat ikhlas dan semangat kemandirian, mengatasi segala tantangan yang ada.
Wakil Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Ridwan Furqoni, menjelaskan bahwa program BERDAYA merupakan wujud konkret dari keberagamaan yang menghadirkan dampak sosial. Program ini dirancang sebagai kelanjutan Gerakan Ekonomi Inklusif, dengan fokus pada pemberdayaan berkelanjutan.
“Kita ingin mendorong perubahan dari penerima menjadi pemberi, dari mustahik menjadi muzaki. Karena itu, MPKS dan Lazismu harus berjalan bersama dan saling menguatkan,” ujar Ridwan.
Artati Haris dari Badan Pengurus Lazismu Pusat menambahkan, zakat, infak, dan sedekah harus dikelola secara produktif untuk menciptakan dampak jangka panjang. Menurutnya, tantangan yang dihadapi penyandang difabel bersifat berlapis, sehingga kolaborasi yang kuat sangat dibutuhkan.
Program BERDAYA dirancang tidak hanya sekadar memberikan bantuan modal, tetapi juga membekali peserta dengan pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha. Tujuannya adalah agar para penyandang difabel mampu meningkatkan kapasitas usaha dan bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.
Melalui program ini, MPKS PP Muhammadiyah dan Lazismu berharap dapat menciptakan model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai daerah, sehingga semakin banyak penyandang difabel yang memiliki kesempatan untuk hidup mandiri dan bermartabat.