Muhadjir Effendy Resmikan Mentari Mart Palembang, Muhammadiyah Perkuat Pilar Ekonomi untuk Kesejahteraan Umat

Muhadjir Effendy Resmikan Mentari Mart Palembang, Muhammadiyah Perkuat Pilar Ekonomi untuk Kesejahteraan Umat
Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy meresmikan gerai Mentari Mart di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (28/7). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Muhammadiyah terus memperkuat komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui pengembangan unit usaha. Setelah membuka gerai Mentari Mart di Banjarmasin, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali meresmikan gerai Mentari Mart di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (28/7).

Peresmian yang dilakukan Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy itu menjadi bagian dari implementasi penguatan pilar ekonomi Muhammadiyah sebagai penopang dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Muhadjir menegaskan bahwa pengembangan sektor ekonomi bukan agenda baru bagi Muhammadiyah. Langkah tersebut merupakan amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar pada 2015 yang menetapkan ekonomi sebagai pilar ketiga gerakan persyarikatan, melengkapi kekuatan Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Waktu Muktamar di Makassar tahun 2015, kira-kira 10 tahun yang lalu, ada keputusan yang sangat penting dari Muktamar yaitu bahwa Muhammadiyah harus membangun pilar ketiga. Pilar pertama di bidang pendidikan, pilar kedua di bidang kesehatan, dan pilar ketiga adalah bidang ekonomi,” jelas Muhadjir.

Ia mengatakan, amanat tersebut kembali dipertegas dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi.

Muhadjir menjelaskan, pengembangan usaha Muhammadiyah dijalankan melalui konsep korporasi sosial keagamaan, yakni model bisnis yang tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi mengedepankan nilai dakwah, pemberdayaan, dan kemaslahatan umat.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi pembeda dengan korporasi pada umumnya karena keuntungan yang diperoleh akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat melalui berbagai program dakwah dan sosial.

“Kalau korporasi secara umum, baik private corporation maupun state corporation, maka keuntungannya akan dimiliki oleh owner, oleh pemilik. Tapi kalau Muhammadiyah, karena pemiliknya adalah umat, maka nanti keuntungannya itu akan dikembalikan kepada umat,” tegas Muhadjir.

Kehadiran Mentari Mart di Palembang juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Palembang. Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi Muhammadiyah, gerai tersebut diharapkan mampu mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap ekonomi kerakyatan, Muhammadiyah akan melibatkan pedagang kaki lima di sekitar kawasan Mentari Mart melalui program pembinaan dan pendampingan usaha. Program tersebut akan dikoordinasikan oleh Universitas Muhammadiyah Palembang agar para pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Melalui peresmian Mentari Mart di Palembang, Muhammadiyah menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan dakwah Persyarikatan. Dengan mengembangkan model korporasi sosial keagamaan, Muhammadiyah berharap Mentari Mart tidak hanya menjadi pusat aktivitas bisnis, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.