Majelis Lingkungan Hidup dan BPKH Serukan Haji Ramah Lingkungan

MLH PP Muhammadiyah dan BPKH meluncurkan kampanye besar mewujudkan Haji Ramah Lingkungan, atau Responsible Green Hajj di Kantor PP Muhammadiyah, Rabu (4/5).

Majelis Lingkungan Hidup dan BPKH Serukan Haji Ramah Lingkungan
MLH PP Muhammadiyah dan BPKH meluncurkan kampanye besar mewujudkan Haji Ramah Lingkungan, atau Responsible Green Hajj di Kantor PP Muhammadiyah, Rabu (4/5).

TVMU.TV - Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meluncurkan kampanye besar mewujudkan Haji Ramah Lingkungan, atau Responsible Green Hajj di Kantor PP Muhammadiyah, Rabu (4/5).

Peluncuran kampanye ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan wukuf di Arafah. Momentum ini dijadikan sebagai peluang strategis kepemimpinan Indonesia dalam diplomasi haji dan lingkungan.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menyebutkan gerakan Haji Ramah Lingkungan ini menjadi penting dalam upaya mengurangi sampah plastik dan dampak ekologis dari ibadah haji. Mengingat, selama musim haji akan ada jutaan ton sampah yang akan dihasilkan. Kontribusi jemaah haji Indonesia, dalam mengurangi sampah ini sangat dibutuhkan.

“Selama musim haji, jutaan ton sampah dihasilkan. Dengan 221.000 jemaah Indonesia dan jutaan lainnya dari seluruh dunia, kontribusi Indonesia dalam pengurangan limbah sangat berarti,” ujarnya.

Harry optimistis  kampanye ini akan memberikan dampak yang baik. Pasalnya, Jemaah Indonesia tidak hanya dikenal disiplin dan tertib, tapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan ibadah haji global.

Senada dengan itu, Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menekankan pentingnya menjaga lingkungan, terutama dalam pelaksanaan ibadah seperti berkurban. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan plastik.

“Umat berkurban, kemudian mereka olah ya, kemudian mereka bagi-bagi, dan ketika mereka bagi-bagi mereka mempergunakan plastik, sehingga kebutuhan plastik meningkat tajam di bulan haji ini untuk kepentingan menempatkan daging kurban,” sebutnya.

“Majelis lingkungan hidup Muhammadiyah dengan BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) menawarkan supaya jangan mempergunakan plastik,” lanjut Anwar Abbas.

Selain itu, Anwar mengatakan, plastik untuk membungkus daging kurban bisa diganti dengan daun atau kertas.

Tak hanya proses pemberian daging yang ramah lingkungan, Anwar juga menekankan tentang proses pasca hewan kurban disembelih itu agar kotorannya tidak dibuang ke sungai atau aliran air.

Saksikan Live Streaming Wukuf di Arafah 2025