Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah Terima Kunjungan PWM Bali
Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah menerima kunjungan dari MPM PWM Bali di Gedoeng Moehammadijah, Kota Yogyakarta pada Selasa (6/8).
TVMU.TV - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan dari MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali di Gedoeng Moehammadijah, Kota Yogyakarta pada Selasa (6/8).
Ketua MPM PWM Bali, Ayit Rahman menyebutkan kunjungan kali ini ke MPM PP Muhammadiyah untuk menyambung komunikasi, sebab MPM PWM Bali merupakan majelis baru yang dibentuk pada periode kepemimpinan 2022-2027.
“Di PWM Bali ada 9 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), terdiri dari 8 kabupaten dan 1 kota. Karena minimnya SDM maka MPM baru terbentuk di 4 PDM,” kata Ayit saat kunjungan.
Selain penguatan ke dalam, lanjut dia, MPM PWM Bali juga melakukan pemetaan potensi yang dimiliki tiap-tiap kabupaten atau kota yang ada di Bali. Secara garis besar terdapat beberapa potensi meliputi perikanan, pariwisata, hortikultura, dan lain sebagainya.
Dalam pemetaan tersebut, Ayit mengatakan MPM PWM Bali tidak berjalan sendiri, melainkan bersinergi dengan Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PWM Bali. Khusus untuk MPM PWM Bali saat ini sedang mengembangan pembuatan perahu karet di PDM Karangasem.
“Ada juga perahu motor tempel dengan bahan karet, bisa untuk wisata, sedangkan kapal dengan ukuran 7 sampai 8 meter mampu memuat ikan tongkol,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin memberikan apresiasi laporan tersebut.
Dia mendorong MPM PWM Bali untuk lebih berkembang lagi supaya dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, tentu dengan gerakan yang inklusif.
Sebagai gerakan dakwah, Yamin menjelaskan supaya tidak melupakan aspek syiar. Oleh karenanya, perahu-perahu yang diproduksi oleh kelompok binaan ini memiliki identitas atau ciri khas dengan Persyarikatan.
Selain itu, MPM PP Muhammadiyah juga mendorong adanya replikasi pilot project kelompok binaan MPM oleh Pusat, seperti komunitas peternak telur fungsional dan kampung nelayan berkemajuan di Bali.
“Nanti wilayah bergerak dari sisi komunitasnya, dan MPM PP bergerak dari sisi jaringan dan pendukungnya,” jelas Yamin.
VIDEO: Muhammadiyah Akan Berpartisipasi Pada Iccos Singapura 2024