Menhaj Tinjau Gudang Makanan Haji di Arafah, Pastikan Konsumsi Jemaah Siap dan Higienis

Menhaj Tinjau Gudang Makanan Haji di Arafah, Pastikan Konsumsi Jemaah Siap dan Higienis
Menhaj RI, Mochamad Irfan Yusuf bersama rombongan Amirul Hajj meninjau langsung gudang logistik makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) di kawasan Armuzna untuk memastikan distribusi konsumsi jemaah berjalan optimal. Foto: MCH 2026.

TVMU.TV - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memastikan kesiapan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Arafah dan Mina menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Menteri Haji dan Umrah Menhaj RI, Mochamad Irfan Yusuf bersama rombongan Amirul Hajj meninjau langsung gudang logistik makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) di kawasan Armuzna untuk memastikan distribusi konsumsi jemaah berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Gus Irfan didampingi Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memeriksa stok makanan yang akan dibagikan secara berkala kepada jemaah haji Indonesia selama berada di Arafah dan Mina.

Menu makanan yang disiapkan antara lain masakan khas Nusantara seperti rendang daging yang dinilai lebih sesuai dengan cita rasa jemaah Indonesia.

“Hari ini kita memeriksa kesiapan tenda-tenda di Arafah dan Mina, kesiapan makanan, kesiapan toilet, kesiapan klinik-kliniknya kita lihat,” ujar Gus Irfan.

Ia menegaskan kebersihan gudang penyimpanan makanan menjadi perhatian utama pemerintah demi menjaga kualitas konsumsi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.

“Namanya gudang ya memang gudang untuk tempat penyimpanan makanan, tapi yang penting tadi saya lihat kebersihannya,” katanya.

Pemerintah menilai penyediaan makanan bernutrisi dan sesuai selera Indonesia menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi fisik dan kenyamanan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Selain mendukung pelayanan haji, penggunaan menu lokal juga disebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji Indonesia.

Kemenhaj RI memastikan proses distribusi makanan akan terus dipantau agar seluruh jemaah, termasuk lansia dan kelompok rentan, dapat menerima layanan konsumsi secara tepat waktu dan layak.

“Hari ini dan beberapa hari ke depan teman-teman akan bekerja keras untuk memastikan itu,” pungkas Gus Irfan. (Fini Auliany/ MCH 2026)