Menu Haji 2026 Hadirkan Cita Rasa Nusantara, Tempe Jadi Favorit Jemaah di Tanah Suci

Menu Haji 2026 Hadirkan Cita Rasa Nusantara, Tempe Jadi Favorit Jemaah di Tanah Suci
Layanan konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M tetap mengutamakan cita rasa Nusantara. Foto: MCH 2026.

TVMU.TV - Layanan konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M tetap mengutamakan cita rasa Nusantara. Salah satu menu yang paling dinanti adalah tempe, yang dijadwalkan hadir hingga lima kali dalam sepekan.

Koki utama Katering Meez Marry, Abdurrahman, mengatakan tingginya frekuensi penyajian tempe didasarkan pada permintaan jemaah yang konsisten setiap tahun. Tempe dan tahu disebut sebagai menu yang paling diminati oleh jemaah Indonesia di Tanah Suci.

“Kami memproduksi tempe sendiri agar kualitas dan ketersediaannya terjaga. Selain melayani haji, kami juga melayani jemaah umroh, sehingga produksi tempe dan tahu dilakukan secara mandiri di dapur kami,” ujar Abdurrahman.

Ia menjelaskan, meskipun menu utama telah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, variasi hidangan tetap disesuaikan dengan kekayaan kuliner daerah di Indonesia. Jemaah akan menikmati beragam menu khas, mulai dari masakan Jawa, Sunda, hingga Sulawesi dan Kalimantan.

Beberapa menu unggulan yang disiapkan antara lain rendang daging dan ayam woku. Untuk menjaga keaslian rasa, pihak katering juga menambahkan bumbu segar yang didatangkan langsung dari Indonesia.

“Bumbu dari Kemenhaj biasanya berbentuk pasta. Namun, untuk memperkuat rasa, kami menyediakan bumbu segar sendiri seperti sereh, lengkuas, daun jeruk, daun salam, kunyit, hingga jahe yang didatangkan langsung dari Indonesia,” tambahnya.

Selain variasi menu, sistem layanan konsumsi juga mengalami penyesuaian. Jika pada tahun-tahun sebelumnya menu khusus lansia disiapkan dalam porsi tertentu, kini layanan tersebut diberikan berdasarkan permintaan atau by request. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan banyak menu lansia yang tidak terserap optimal.

Pada musim haji tahun ini, Meez Marry mendapat kepercayaan melayani sekitar 10.000 jemaah. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 14.000 jemaah, seiring kebijakan penyesuaian kuota layanan katering.

Untuk mendukung operasional, dapur Meez Marry diperkuat oleh 22 tenaga kerja asal Indonesia yang memahami selera jemaah, serta didukung tenaga tambahan dari Pakistan guna memastikan distribusi makanan berjalan lancar dan tepat waktu.

Dengan kombinasi menu khas Indonesia dan sistem layanan yang terus disempurnakan, katering haji diharapkan mampu menjaga kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.