MPKSDI Percepat Digitalisasi dan Reformasi Kaderisasi Menuju 2050
MPKSDI PP Muhammadiyah memperkuat digitalisasi dan reformasi kaderisasi menuju 2050. Bachtiar Dwi Kurniawan: kader unggul harus adaptif terhadap zaman dan berakar pada nilai Islam berkemajuan.
TVMU.TV - Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyampaikan evaluasi dan capaian program strategis dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) MPKSDI PP Muhammadiyah yang memasuki hari kedua, Sabtu (25/10), di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Dalam paparannya, Bachtiar menegaskan bahwa MPKSDI kini tengah fokus mempercepat modernisasi kaderisasi Muhammadiyah melalui berbagai program unggulan, salah satunya digitalisasi kader.
“Ini adalah amanah yang perlu kita capai bersama. Kami akan melakukan sosialisasi proses digitalisasi kader dengan membangun sistem informasi kader untuk melengkapi proses pengkaderan yang ada,” jelas Bachtiar.
Menurutnya, digitalisasi kader bukan sekadar inovasi administratif, tetapi bagian dari upaya menyusun peta jalan reformasi kaderisasi Muhammadiyah hingga tahun 2050. Transformasi ini, kata Bachtiar, menjadi fondasi penting dalam mencetak kader unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Reformasi kaderisasi Muhammadiyah inilah yang nantinya akan menjadi rujukan dalam proses pengkaderan sampai tahun 2050,” tegasnya.
Bachtiar juga menyoroti pentingnya pemerataan kualitas kader di seluruh wilayah, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Ia menilai, kaderisasi harus berjalan inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat Muhammadiyah, tanpa terkecuali.
Selain memperkuat sistem kaderisasi, MPKSDI juga terus beradaptasi dengan era digital. Bachtiar menegaskan, dinamika zaman menuntut Muhammadiyah untuk membangun strategi budaya baru agar tetap relevan dan unggul dalam menghadapi masa depan.
“Dinamika zaman ini sudah berkembang. Maka dari itu, perlu membentuk strategi budaya untuk menyongsong tantangan Muhammadiyah ke depan. Kita perhatikan dan upayakan dari sekarang supaya tidak tergagap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Di sisi lain, MPKSDI juga terus memperkuat sekolah kader Muhammadiyah sebagai pusat pembinaan ideologi dan penguatan pemikiran berkemajuan. Program seperti Baitul Arqam, Darul Arqam, dan Ideopolitor kini telah digelar tidak hanya di seluruh Indonesia, tetapi juga di berbagai negara melalui jaringan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM).
“Sekolah kader ke depan diharapkan bisa lebih menguatkan ideologi dan pemikiran Muhammadiyah untuk terlibat dalam laju pergerakan persyarikatan,” pungkas Bachtiar.
Melalui Rakornas 2025 ini, MPKSDI Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi kader yang tangguh, berdaya saing global, dan berpijak pada nilai-nilai Islam berkemajuan — menuju visi besar Muhammadiyah 2050.