Muhammad Sayuti Terima Kunjungan Ketua PCIM Jerman Raya, Bahas Peluang dan Inisiatif Strategis

Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti menerima kunjungan Ketua PCIM Jerman Raya, Diyah Nahdiyati di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (24/7).

Muhammad Sayuti Terima Kunjungan Ketua PCIM Jerman Raya, Bahas Peluang dan Inisiatif Strategis
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti menerima kunjungan Ketua PCIM Jerman Raya, Diyah Nahdiyati di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (24/7). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti menerima kunjungan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya, Diyah Nahdiyati di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (24/7).

Pada kesempatan itu, Sayuti didampingi Fauzan Anwar Sandiah selaku Kepala Bagian Program dan Kerja Sama Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Ketua PCIM Jerman Raya, Diyah Nahdiyati dalam pertemuan itu menyampaikan terkait perkembangan PCIM Jerman Raya dan juga berbagai peluang strategis khususnya di sektor ketenagakerjaan yang kini menjadi fokus pemerintah Jerman.

“Saat ini alhamdulillah PCIM Jerman Raya sudah resmi berbadan hukum sejak Agustus 2021, Sehingga dengan begitu cakupan dakwah, program, maupun peran kami bisa lebih luas di Jerman,” ungkapnya.

Selain itu, Diyah menuturkan, PCIM Jerman telah banyak melaksanakan berbagai macam proyek strategis sejak memiliki badan hukum. Menurutnya, salah satu proyek strategis yang telah berjalan yakni pelatihan kebaharian ekosistem yang dilaksanakan pada tahun 2022 lalu.

“Pada 2022 kami mengikuti seleksi  proyek diaspora yang didukung oleh Kementerian Jerman melalui kordinasi Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), dan kita dapat memenangkan proyek terbaik yang pada saat itu bekerjasama dengan PRIM Sudirman untuk menyelenggarakan pelatihan kebaharian ekosistem dengan menyasar target audien dan peserta dari teman-teman Hizbul Wathan (HW),” jelas Diyah.

Selanjutnya, Diyah juga memberikan update isu terkini yang sedang digencarkan oleh pemerintah Jerman.

Dengan isu ketenagakerjaan yang saat ini menjadi fokus pemerintah Jerman, ia menilai hal tersebut menjadi peluang Muhammadiyah dan juga masyarakat Indonesia untuk mengirim dan mengembangkan tenaga kerja disana.

“Isu yang masih menjadi sangat penting yang dibutuhkan di Jerman adalah sektor ketenagakerjaan di berbagai bidang,” jelas Diyah.

“Saat ini mereka telah membuka peluang bagi negara berkembang termasuk salah satunya Indonesia, dan dari situlah kita ingin membuat Muhammadiyah Center untuk teman-teman yang ingin bekerja di Jerman,” lanjut Diyah.

Diyah berharap rencana pendirian Muhammadiyah Center mendapat dukungan dari berbagai elemen di Muhammadiyah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain membuka akses kerja, inisiatif ini juga menjadi bagian dari perluasan dakwah Muhammadiyah di Eropa.

“Terlepas berhasil atau tidaknya kami menyelenggarakan proyek ini, Harapan kami adalah Muhammadiyah dan Indonesia dapat lebih dikenal luas dengan amal usaha, ortomnya, dan mudah-mudahan dakwah Islam berkemajuan di Eropa terutama di Jerman ini bisa lebih kuat lagi,” pungkasnya.