Muhammadiyah Bahas Kolaborasi Dakwah Digital hingga Kemanusiaan dengan Jamiyah Singapura

Muhammadiyah Bahas Kolaborasi Dakwah Digital hingga Kemanusiaan dengan Jamiyah Singapura
PP Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan delegasi Jamiyah Singapore dan perwakilan komunitas Muslim Kanada di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan delegasi Jamiyah Singapore dan perwakilan komunitas Muslim Kanada di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki kerja sama di bidang dakwah, pendidikan, kemanusiaan, hingga pengembangan media digital.

Delegasi PP Muhammadiyah dipimpin Bendahara Umum Hilman Latief, didampingi Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dan Izzul Muslimin. Sementara itu, rombongan tamu dipimpin Ketua Jamiyah Singapore, Hasby, serta dihadiri perwakilan komunitas Muslim Kanada.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling memaparkan program unggulan organisasi sekaligus membahas peluang kolaborasi yang dinilai dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Muslim di tingkat regional maupun internasional.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, mengapresiasi kiprah Jamiyah Singapore yang telah berdiri sejak 1932 dan konsisten mengembangkan berbagai program sosial, pendidikan, serta kemanusiaan. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Food Bank, yang membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu di Singapura.

“Berdiri sejak tahun 1932, ternyata Jamiyah Singapore juga memiliki perhatian yang sama dalam bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, serta berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya. Insyaallah kita akan berkolaborasi satu sama lain dan saling belajar dari kelebihan masing-masing,” ujar Hilman.

Sementara itu, Ketua Jamiyah Singapore, Hasby, menyampaikan apresiasi atas pengalaman Muhammadiyah dalam mengembangkan ekosistem media dakwah dan transformasi digital. Menurutnya, pengelolaan media Muhammadiyah menjadi salah satu praktik baik yang layak dipelajari.

Hasby mengatakan pihaknya ingin memperdalam pemahaman mengenai tata kelola media, strategi produksi dan distribusi konten, hingga pengelolaan unit penyiaran yang telah dikembangkan Muhammadiyah.

Selain membahas kerja sama di bidang media, Jamiyah Singapore juga mengundang PP Muhammadiyah untuk menghadiri Singapore Muslim Festival, agenda tahunan yang mempertemukan berbagai organisasi dan komunitas Muslim di Singapura.

“Nanti kami akan mengajak Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang hadir dalam agenda tersebut untuk melihat berbagai proyek yang kami jalankan di Singapura. Mudah-mudahan akan lahir lebih banyak ide yang dapat dikerjasamakan,” ujar Hasby.

Ia menambahkan, kedua pihak juga mendiskusikan peluang pengembangan konsep Singapore Muslim Festival melalui kolaborasi di Indonesia, termasuk di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Thaha, perwakilan komunitas Muslim Kanada sekaligus pimpinan Sound Vision, turut memaparkan perkembangan komunitas Muslim di Kanada. Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 15 anggota parlemen Muslim di negara tersebut.

Thaha juga memperkenalkan Sound Vision, organisasi media Muslim di Amerika Utara yang berdiri sejak 1990 dan dikenal melalui produksi konten edukasi anak, seperti Adam’s World, serta pengelolaan Muslim Network TV yang menjangkau Chicago, Washington DC, dan Toronto.

Selain itu, ia membagikan pengalaman penyelenggaraan Muslim Fest, festival seni dan budaya Muslim terbesar di Amerika Utara yang mampu menarik hingga 80.000 pengunjung setiap penyelenggaraannya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas negara dalam bidang dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, kemanusiaan, serta pengembangan media digital. Muhammadiyah berharap berbagai gagasan yang dibahas dapat diwujudkan dalam program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Muslim di tingkat regional maupun global.