Muhammadiyah Dorong Pemerataan Akses Kesehatan di Bumi Cendrawasih

Muhammadiyah Dorong Pemerataan Akses Kesehatan di Bumi Cendrawasih
Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto dalam acara Pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah-’Aisyiyah (PWMA) Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (8/11). Foto: Istimewa.

TVMU.TV -Muhammadiyah menegaskan komitmennya memperluas akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia, terutama di kawasan timur, termasuk Tanah Papua.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, dalam acara Pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah-’Aisyiyah (PWMA) Provinsi Papua Pegunungan yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (8/11).

Agung menjelaskan, semangat Muhammadiyah dalam memperjuangkan kesetaraan layanan kesehatan telah berlangsung sejak sebelum kemerdekaan. Sejarah panjang itu dimulai dengan pendirian Rumah Sakit PKU Muhammadiyah pertama di Yogyakarta pada tahun 1923 sebagai wujud nyata pengabdian untuk umat.

“Melihat situasi di Papua Pegunungan, PWM Papua Pegunungan memulai gerakan di bidang kesehatan. Pada tahap awal saya menyarankan supaya mendirikan klinik yang kemudian terus dikembangkan,” ujar Agung.

Langkah awal ini menjadi bagian dari upaya besar Muhammadiyah untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas hingga ke pelosok Papua.

Selain rencana pembangunan klinik di Wamena, Muhammadiyah saat ini juga tengah menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di Aimas, Kota Sorong. Sementara itu, klinik Muhammadiyah di Merauke telah beroperasi dan sedang dalam proses perizinan untuk naik status menjadi rumah sakit tipe D.

“Semantara kalau klinik di Merauke itu bangunannya sudah jadi, sedang kita siapkan perizinannya untuk menjadi rumah sakit tipe D, dan saat ini berlantai tiga dan sudah operasional,” kata Agung.

Ia menambahkan, pengembangan fasilitas di Wamena masih dalam tahap awal dan membutuhkan proses penilaian lebih lanjut. “Karena di Wamena ini baru proses awal, tentu ini membutuhkan proses assessment lebih lanjut,” jelasnya.

Untuk wilayah Muhammadiyah yang belum memiliki rumah sakit, Agung menyarankan agar melakukan studi tiru ke Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) lain yang telah berkembang.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran Muhammadiyah bisa memberikan manfaat kepada seluruh anak bangsa yang ada di tanah sekitarnya,” harapnya.

Sebagai organisasi sosial-keagamaan, Muhammadiyah tidak berorientasi pada keuntungan pribadi. Karena itu, Agung menekankan pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam setiap langkah pelayanan publik.