Muhammadiyah Dorong Pesantren Hemat Energi Lewat Lokakarya

Muhammadiyah Dorong Pesantren Hemat Energi Lewat Lokakarya
Lokakarya “Efisiensi dan Transisi Energi Listrik di Lingkungan Pesantren” di Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah, Banyumas, Sabtu (28/2). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2 PP Muhammadiyah) mendorong pesantren menjadi pelopor efisiensi dan transisi energi listrik di tengah ancaman krisis energi dan perubahan iklim.

Komitmen itu ditegaskan dalam Lokakarya “Efisiensi dan Transisi Energi Listrik di Lingkungan Pesantren” yang digelar di Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah, Banyumas, Sabtu (28/2).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi LP2 PP Muhammadiyah, program 1000 Cahaya, dan Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah.

Lokakarya ini bertujuan membangun kesadaran santri dan pengelola pesantren terhadap pentingnya penghematan energi serta pengurangan ketergantungan pada sumber energi konvensional.

Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Maskuri, mengatakan kebutuhan energi listrik di masa depan akan menjadi tantangan serius, termasuk bagi lembaga pendidikan berbasis pesantren.

“Tantangan ke depan adalah terkait bagaimana energi ini dikelola. Oleh karenanya, lokakarya menjadi sangat penting bagi pesantren Muhammadiyah agar bagaimana kita dapat memanfaatkan energi secara hemat,” ujar Maskuri.

Ia mengungkapkan, saat ini Muhammadiyah memiliki sekitar 445 pesantren yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dengan jumlah tersebut, upaya efisiensi energi di lingkungan pesantren dinilai dapat memberikan dampak signifikan, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

Melalui program 1000 Cahaya yang digagas Eco Bhinneka Muhammadiyah sebagai respons terhadap perubahan iklim dan potensi krisis energi, LP2 PP Muhammadiyah berkomitmen membangun budaya hemat energi di pesantren. Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari pendidikan karakter santri agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Tentu perubahan iklim dan krisis energi masih menjadi persoalan bersama yang perlu segera dicarikan solusinya. Islam melarang umatnya untuk berlaku boros dalam hal apapun sehingga efisiensi energi ini perlu ada pembiasaan perilaku manusia untuk tidak berlaku boros,” tegas Maskuri.

Selain menekan biaya operasional, gerakan efisiensi energi di pesantren juga diarahkan untuk mendukung target nasional pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Melalui lokakarya ini, Muhammadiyah berharap pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang pembelajaran praktik keberlanjutan yang relevan dengan tantangan zaman.