Pengajian Ramadan 1447 H, ‘Aisyiyah Tekankan Peran Perempuan dalam Kesalehan Ekologis

Pengajian Ramadan 1447 H, ‘Aisyiyah Tekankan Peran Perempuan dalam Kesalehan Ekologis
Pengajian Ramadan 1447 H PP ‘Aisyiyah bertema Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan, Sabtu (28/2).

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menegaskan pentingnya kesalehan ekologis berkeadilan sebagai respons atas krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan. Seruan itu disampaikan dalam Pengajian Ramadan 1447 Hijriah bertema Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan yang digelar pada Sabtu (28/2).

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayyinah, mengatakan bahwa kesalehan ekologis merupakan bentuk keberpihakan terhadap alam sebagai amanah Allah. Menurutnya, kesadaran tersebut berangkat dari posisi manusia sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab merawat, menjaga, dan mengelola lingkungan sebagai bagian dari ibadah.

“Kesalehan ekologis diwujudkan dengan memahami prinsip bahwa kita sebagai seorang muslim dan orang yang beragama diberikan kepercayaan sebagai khalifah di muka bumi untuk mengelola, merawat, dan menjaga alam bumi tempat kita tinggali,” tutur Salmah.

Ia menambahkan, upaya membangun kesalehan ekologis harus dilandasi pemahaman tauhid yang terintegrasi dengan nilai-nilai keadilan. Dengan demikian, praktik keberlanjutan lingkungan berjalan selaras dengan perintah agama dan berpihak pada kemaslahatan manusia.

“Adil dalam agama Islam berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya yang benar sesuai dengan hakikat dan tatanan wujudnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Rahmawati, menyoroti posisi perempuan sebagai kelompok yang rentan terdampak krisis lingkungan. Ia menyebut, peran perempuan yang kerap dipersepsikan sebatas ranah domestik membuat akses dan partisipasi mereka dalam isu lingkungan menjadi terbatas.

“Bahwa perempuan berada di ujung tombak dan sering kali diharapkan menjalankan peran tradisional,” ujar Rosa.

Padahal, lanjutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam. Karena itu, pelibatan perempuan dalam agenda lingkungan menjadi kunci dalam membangun ketahanan berbasis komunitas.

Sementara itu, Ketua PP ‘Aisyiyah, Masyitoh Chusna, menilai organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut memiliki peran krusial dalam membangun keselarasan ekologis yang berkeadilan, khususnya bagi perempuan Indonesia.

“Sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan, Aisyiyah memiliki posisi strategis dalam membangun keselarasan ekologis berkeadilan,” jelasnya.

Melalui Pengajian Ramadan 1447 H ini, PP ‘Aisyiyah menghadirkan ruang refleksi atas kondisi lingkungan sekaligus mendorong penguatan kesadaran perempuan muslim agar menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari ajaran Islam berkemajuan. Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada wacana, melainkan berlanjut dalam aksi nyata di kehidupan sehari-hari.