Peresmian SPPG ‘Aisyiyah Bantul: Gerakan Cinta Gizi yang Hidupkan Ekonomi Lokal
TVMU.TV - Ketua Yayasan Hati Ikhlas Indonesia, Mohammad Arsjad Rasjid, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ‘Aisyiyah di Kasihan, Bantul, Kamis (13/11).
Dalam sambutannya, Arsjad menekankan bahwa pembangunan SPPG bukan hanya soal penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.
“Yang dibangun bukan hanya dapurnya, tetapi dampaknya luar biasa. Sebelum ke sini, saya sempat mampir ke daerah Minggir dan melihat anak-anak sekolah saat jam makan siang. Saya tanya, ‘Enak nggak makanannya?’ Mereka jawab, ‘Enak, Pak.’ Wajah mereka cerah, sehat, dan bahagia. Itulah yang kita inginkan,” ujarnya penuh haru.
Arsjad menceritakan bahwa Yayasan Hati Ikhlas Indonesia lahir dari cita-cita bersama almarhumah ibundanya, yang mengajarkan nilai keikhlasan dalam berbuat baik.
“Yayasan ini didirikan bersama dengan ibu saya. Pemikirannya sederhana: kalau kita ingin memberi atau bekerja sama, harus dilakukan dengan hati yang ikhlas. Itulah mengapa namanya Yayasan Hati Ikhlas Indonesia,” ungkapnya.
Ia berharap kiprah yayasan ini dapat menjadi amal jariyah bagi almarhumah ibundanya dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Lebih lanjut, Arsjad menegaskan bahwa kesehatan anak merupakan fondasi utama bagi kemajuan pendidikan dan masa depan bangsa.
“Kalau anak-anak tidak sehat, bagaimana mereka bisa belajar dengan baik? Inilah generasi bangsa kita — the new leaders di masa depan — yang harus kita jaga gizinya,” tutur Arsjad.
Ia menilai, program pemenuhan gizi seperti SPPG menjadi langkah nyata untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Selain manfaat kesehatan, Arsjad menyoroti dampak ekonomi yang timbul dari keberadaan SPPG. Menurutnya, program ini mampu menggerakkan ekonomi komunitas lokal melalui rantai pasok bahan pangan.
“Mulai dari peternak ayam, petani beras, hingga pelaku usaha kecil lainnya ikut merasakan manfaatnya. Jadi, SPPG ini bukan hanya untuk kesehatan anak-anak, tapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Arsjad menegaskan komitmen Yayasan Hati Ikhlas Indonesia untuk terus bersinergi dengan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam memperluas pembangunan SPPG di berbagai daerah di Indonesia.
“InsyaAllah ini baru langkah awal. Kalau ada rezeki, kita akan terus bangun satu per satu dan bekerja sama agar dampaknya semakin luas,” ujarnya optimistis.
Sebagai penanda peresmian, Mohammad Arsjad Rasjid bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., melakukan pemotongan pita secara simbolis.
Momen tersebut menjadi simbol sinergi antara lembaga filantropi dan gerakan keagamaan dalam memperkuat ketahanan gizi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.