PLN Jaga Keandalan Listrik Saat May Day Fiesta 2026, 64 Personel Disiagakan
TVMU.TV - Ribuan buruh memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) dalam peringatan May Day Fiesta 2026, Jumat (1/5/2026). Di tengah rangkaian orasi, hiburan, dan kegiatan kebersamaan, pasokan listrik selama acara berlangsung tetap terjaga tanpa gangguan.
Keandalan kelistrikan pada peringatan Hari Buruh Internasional tersebut dipastikan oleh PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya. Sejak sebelum kegiatan dimulai, puluhan personel telah disiagakan untuk memantau sistem distribusi dan memastikan seluruh suplai listrik berada dalam kondisi aman.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan kehadiran PLN pada momentum publik tidak hanya sebatas sebagai penyedia energi, melainkan juga bagian dari kelancaran aktivitas masyarakat.
“Di setiap momen penting masyarakat, PLN selalu hadir memastikan listrik tetap andal. Bagi kami, keberhasilan sebuah acara bukan hanya terlihat dari kemeriahannya, tetapi juga dari bagaimana masyarakat dapat merasakannya dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan,” ujar Andy.
Sebanyak 64 personel PLN ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar kawasan Monas. Mereka didukung layanan penerangan sementara berkapasitas 1.806 kVA untuk menopang kebutuhan kelistrikan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, PLN menyiapkan sistem pengamanan berlapis berupa dua unit gardu bergerak dengan total daya 1.630 kVA serta delapan unit uninterruptible power supply (UPS) dengan total kapasitas 2.600 kVA. Skema tersebut disiapkan untuk menjaga kestabilan suplai listrik dan mengantisipasi potensi gangguan selama acara berlangsung.
Manager PLN UP3 Menteng, Hendratua P. Manurung, yang menjadi penanggung jawab pasokan listrik pada kegiatan tersebut, menyebut seluruh kesiapan merupakan hasil koordinasi teknis yang telah dilakukan sejak jauh hari.
“Petugas kami sudah bersiaga sejak jauh hari untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal. Kami ingin masyarakat dapat menikmati momen ini dengan tenang, tanpa perlu khawatir terhadap gangguan listrik,” ujar Hendratua.
Bagi peserta, listrik mungkin bukan hal yang paling terlihat selama perayaan. Namun, kelancaran pasokan energi menjadi faktor penting agar panggung tetap menyala, sistem suara berfungsi, dan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar.
Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas tahun ini kembali menunjukkan bahwa di balik kemeriahan sebuah agenda publik, terdapat dukungan infrastruktur yang bekerja menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat.