PLN UID Jakarta Raya Sambut 1.700 Pelanggan Baru dalam Apel Serentak

PLN UID Jakarta Raya Sambut 1.700 Pelanggan Baru dalam Apel Serentak
Petugas PLN UID Jakarta Raya bersama jajaran pegawai dari 16 unit pelaksana menggelar Apel Penyalaan Serentak pasang baru dan tambah daya bagi 1.700 pelanggan, di Jakarta, Selasa (30/9). Foto: PLN UID Jakarta Raya.

TVMU.TV - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menggelar apel penyalaan serentak untuk menyambut 1.700 pelanggan baru dan tambah daya pada bulan September 2025.

Kegiatan yang digelar serentak di 16 UP3 ini menjadi penanda optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Ibu Kota, setelah hingga Agustus 2025 tercatat penambahan 112.792 pelanggan baru untuk kebutuhan rumah tangga, bisnis, dan industri.

Peningkatan jumlah pelanggan ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II-2025 sebesar 5,18% (y-on-y), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Data tersebut mengonfirmasi bahwa konsumsi listrik rumah tangga dan aktivitas usaha menjadi salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Moch. Andy Adchaminoerdin, General Manager PLN UID Jakarta Raya, menegaskan bahwa pertumbuhan pelanggan merupakan indikator nyata pergerakan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,18% sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik di berbagai sektor. Dengan penambahan 112 ribu lebih pelanggan baru hingga Agustus, PLN melihat geliat ekonomi yang terus tumbuh di Ibu Kota. Penyalaan serentak ini bukan hanya simbol pelayanan, tetapi juga wujud dukungan PLN terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Andy Adcha dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/1).

Lebih lanjut, Andy menambahkan bahwa PLN UID Jakarta Raya akan terus menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses kelistrikan agar masyarakat dan dunia usaha semakin produktif.

“Listrik adalah tulang punggung ekonomi modern. Dengan pasokan listrik yang andal, kami ingin memastikan Jakarta terus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Andy Adcha.