PLN UID Jakarta Raya Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai Lewat Simulasi Kebakaran dan Penanganan Keadaan Darurat

PLN UID Jakarta Raya Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai Lewat Simulasi Kebakaran dan Penanganan Keadaan Darurat
Yusra Helmi, selaku Manager UP3 Pondok Gede memberikan kata sambutan dan arahan terkait kegiatan sosialisasi K3L dan pencegahan tindak pidana terorisme serta smulasi tanggap darurat sebelum acara dimulai. Foto: PLN UID Jakarta Raya.

TVMU.TV - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya terus memperkuat budaya keselamatan, kesehatan kerja, dan keamanan lingkungan melalui Sosialisasi Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung, Pencegahan Tindak Pidana Terorisme, Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta Simulasi Tanggap Darurat yang digelar di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pondok Gede.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi risiko di lingkungan kerja, sekaligus menjaga keandalan layanan kelistrikan kepada masyarakat.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan merupakan fondasi utama dalam mendukung operasional perusahaan yang andal dan berkelanjutan.

“Keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga membangun budaya sadar risiko dan respons cepat di seluruh lini organisasi. Melalui kegiatan ini, PLN terus meningkatkan kompetensi pegawai agar siap menghadapi berbagai kondisi darurat, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Andy dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/6).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai, tenaga alih daya, serta mitra kerja PLN UP3 Pondok Gede. Para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber, antara lain Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, dan tenaga medis bersertifikat Bantuan Hidup Dasar.

Materi yang diberikan mencakup identifikasi potensi bahaya kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), prosedur evakuasi gedung, deteksi dini ancaman keamanan, hingga teknik pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdaruratan.

Manager PLN UP3 Pondok Gede, Yusra Helmi, mengatakan peningkatan kapasitas personel menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tangguh menghadapi berbagai situasi darurat.

“Kami ingin memastikan seluruh pegawai maupun tenaga pendukung memahami peran dan tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Dengan pemahaman yang baik dan latihan yang berkelanjutan, respons yang diberikan akan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” jelas Yusra.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mengikuti simulasi tanggap darurat yang menggambarkan skenario kebakaran di area kerja serta penanganan benda mencurigakan. Simulasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pelaporan insiden, evakuasi mandiri, pengumpulan di titik aman (assembly point), hingga pengecekan kehadiran personel untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan sesuai standar.

Perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mengapresiasi komitmen PLN dalam menyelenggarakan pelatihan dan simulasi secara berkala. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan ketika terjadi keadaan darurat.

Melalui kegiatan ini, PLN UID Jakarta Raya berharap budaya keselamatan dan keamanan kerja semakin tertanam di seluruh lini organisasi. Dengan sumber daya manusia yang terlatih dan responsif, perusahaan optimistis mampu menjaga keandalan layanan kelistrikan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pegawai dan mitra kerja.