PP Muhammadiyah Berangkatkan 10 Kader Pertama Penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir

PP Muhammadiyah Berangkatkan 10 Kader Pertama Penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir
PP Muhammadiyah resmi melepas Delegasi Penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir Angkatan I pada 2–3 Desember 2025. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi melepas Delegasi Penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir Angkatan I pada 2–3 Desember 2025. Program ini menjadi tahap awal pengiriman kader Muhammadiyah untuk menempuh pendidikan di salah satu pusat keilmuan Islam paling bergengsi di dunia.

Beasiswa tersebut merupakan amanah khusus yang diberikan Grand Imam Al-Azhar, Syaikh Ahmad At-Tayyeb, saat berkunjung ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta pada 11 Juli 2024. Melalui program ini, Muhammadiyah mendapat kuota 10 kader setiap tahun dengan dukungan penuh dari Al-Azhar, mencakup tiket pesawat, uang saku, asrama, konsumsi, hingga berbagai tunjangan pendidikan.

Pada 2025, PP Muhammadiyah kembali menerima 10 tambahan kuota beasiswa dari Duta Besar Mesir untuk Indonesia, H.E. Yasser Hassan Farag Elshemy. Penambahan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti.

Sebelum keberangkatan, Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah menggelar acara pelepasan daring pada 1 Desember malam. Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, turut hadir memberikan pesan sekaligus dorongan moral kepada para peserta.

“Para delegasi ini bukan hanya membawa nama Muhammadiyah, tetapi juga membawa amanah untuk menimba ilmu sedalam-dalamnya, memperluas wawasan global, dan kembali untuk berkontribusi bagi persyarikatan serta umat,” ujarnya.

Syafiq menegaskan, penguasaan bahasa Arab serta kedalaman ilmu menjadi fondasi penting bagi para penerima beasiswa agar mampu tampil sebagai duta intelektual Muhammadiyah di kancah internasional.

Delegasi yang diberangkatkan merupakan kader pilihan yang telah melalui seleksi ketat mencakup kemampuan akademik, kemahiran bahasa Arab, komitmen kemuhammadiyahan, serta kesiapan mengikuti sistem pendidikan Al-Azhar.

Mereka adalah: Saiful Mufid, Hasan Hasyimi, Azizah Qoirunnisa, Rizqy Faturrahman, Shadradin Marja Hukama, Sayca Ar-Radhi, Davy Mufti Aliyan, Kayla Hayuningtyas, dan Aura Salwa Wijianto. Para peserta berasal dari jaringan sekolah Muhammadiyah seperti Muallimin, Muallimat, dan MBS di Yogyakarta maupun Tasikmalaya.

Program ini disebut sebagai momentum penting dalam memperkuat kapasitas kader Muhammadiyah di level global sekaligus bagian dari strategi jangka panjang persyarikatan dalam menyiapkan ulama dan cendekiawan masa depan.

Selain pembinaan awal, para delegasi juga akan mendapatkan pendampingan akademik dan kultural dari PCIM dan PCIA Mesir untuk memastikan proses adaptasi berjalan baik selama menempuh studi.

PP Muhammadiyah berharap langkah ini menjadi batu pijakan bagi kerja sama berkelanjutan antara Muhammadiyah dan institusi pendidikan dunia Islam, sekaligus mendorong lebih banyak generasi muda mempersiapkan diri sebagai intelektual berkemajuan di tingkat internasional.