PP Muhammadiyah-BSI Lakukan Kerja Sama untuk Berdayakan UMKM

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada Kamis (11/8).

PP Muhammadiyah-BSI Lakukan Kerja Sama untuk Berdayakan UMKM
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Direktur Utama BSI Hery Gunardi menandatangani nota kesepahaman. Foto: tvMu.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada Kamis (11/8). Penandatanganan MoU bertempat di Aula lantai 6 Masjid At Tanwir PP Muhammadiyah Jakarta.

Penandatangan tersebut dilakukan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Direktur Utama BSI Hery Gunardi. Hadir pula menyaksikan masing-masing dari BSI dan dari PP Muhammadiyah.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan nota kesepahaman ini bertujuan guna membantu pelaku komunitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di bawah naungan PP Muhammadiyah agar bisa naik kelas (up scale).

“Kami berharap sinergi dengan PP Muhammadiyah ini akan terus berlanjut sehingga peran BSI dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kebangkitan umat melalui optimalisasi implementasi ekonomi keumatan yakni ekonomi syariah,” ungkapnya.

Adapun isinya kerja sama antara BSI dan PP Muhammadiyah antara lain, pelayanan cash management mencakup solusi pengelolaan likuiditas (liquidity solution) dan solusi penerimaan/ tagihan (receivable solution).

Selanjutnya, solusi pembayaran/ pengeluaran (payable solution), solusi digitalisasi transaksi termasuk layanan virtual account yang memudahkan, dan layanan zakat, infak, sedekah, serta wakaf (ziswaf).

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebutkan, kerja sama ini diharapkan dapat membuat roda perekonomian umat lebih progresif.

Menurut dia, ada dua hal yang menjadi perhatian. Pertama, bagaimana Muhammadiyah dan BSI bisa meningkatkan dan mempercepat kekuatan ekonomi umat.

Kedua, ujar Haedar, BSI harus dapat memaksimalkan potensi besar umat muslim agar bisa meningkatkan kesejahteraan.Dia menilai saat ini umat Islam di Indonesia masih menjadi konsumen dan belum menjadi pelaku aktivitas ekonomi.

VIDEO: Menkop UKM Apresiasi UMP Sebagai Rumah UMKM