PSPP UMJ Beri Pelatihan Budidaya dan Usaha Lobster bagi Nelayan di Sambas Kalbar
PSPP UMJ memberikan Pelatihan Budidaya dan Usaha Lobster bagi kelompok nelayan di Sebubus Kecamatan Paloh, Sambas, Kalbar pada 19-23 Mei 2025.
TVMU.TV - Dalam rangka meningkatkan jiwa kewirausahaan, Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir (PSPP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) memberikan Pelatihan Budidaya dan Usaha Lobster bagi kelompok nelayan di Sebubus Kecamatan Paloh, Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) pada 19-23 Mei 2025.
Program Desa Berdikari yang digagas oleh Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) dilaksanakan di Sebubus, karena lokasi tersebut menjadi pusat aktivitas produksi ubur-ubur dan lobster yang strategis.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik budidaya lobster yang ramah lingkungan sebagai alternatif pengembangan usaha perikanan di pesisir Paloh. Selama ini, kegiatan usaha lobster di wilayah tersebut masih didominasi oleh praktik penangkapan langsung dan penjualan tanpa pengolahan lanjutan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para nelayan dapat mulai beralih ke sistem budidaya yang berkelanjutan, sehingga usaha lobster tidak hanya menjadi sumber pendapatan jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Ketua PSPP UMJ, Endang Rudiatin dalam pelatihan memberikan materi kebijakan dan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang lobster. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pemahaman kelompok nelayan membangun usaha berkelanjutan.
“Keberadaan kilang multifungsi ubur-ubur dan lobster dapat memberikan dampak ekonomi yang konkret bagi masyarakat, khususnya bagi para nelayan dan pelaku UKM perempuan di wilayah pesisir,” ujarnya seperti dikutip dari umj.ac.id, Sabtu (24/5).
Endang berharap para nelayan dapat memanfaat kebijakan baru tentang benur yang boleh diekspor, terutama posisi mereka bersebelahan dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia.
Ketua kelompok nelayan Kampak, Nedi Jaini mengaku sangat bersyukur dengan diadakannya program ini.
Ia menyampaikan bahwa pembinaan yang diberikan oleh PSPP UMJ dan BI tidak berhenti pada pemberian sarana, namun tetap memberikan pendampingan dalam proses produksi, pelatihan mengelola dan rencananya hingga pemasaran.
“Pelatihan budidaya lobster ini bisa menjadi langkah maju bagi kelompok nelayan,” ungkap Nedi.
Selama lima hari pelatihan, peserta diajak praktik langsung mulai dari mempersiapkan kolam tertutup, mempersiapkan alat tangkap yang aman, cara pemeliharaan, teknik pemberian pakan, hingga pengelolaan kualitas air.
Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, PSPP UMJ dan BI berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok nelayan dalam menyusun rencana usaha, memperoleh izin usaha, serta menjajaki akses pembiayaan mikro syariah.
VIDEO: Saksikan Live Streaming Wisuda Universitas Muhammadiyah Jakarta