Rahmawati Husein Ingatkan Pentingnya Donasi Bantuan Berbasis Hak dan Kebutuhan Nyata Penyintas
TVMU.TV - Dalam upaya membantu korban bencana, Dewan Pakar Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rahmawati Husein, mengingatkan pentingnya mendonasikan bantuan berbasis hak dan kebutuhan nyata penyintas, bukan sekadar "membersihkan lemari".
Pernyataan ini disampaikannya dalam siniar Muhammadiyah Channel, Senin (2/12), sebagai refleksi atas praktik donasi yang sering kali tidak tepat sasaran.
Rahmawati menekankan bahwa semangat membantu yang tinggi dari masyarakat harus diarahkan dengan perspektif yang tepat, termasuk perspektif gender.
"Belajar kebencanaan itu kita memperbaiki terus menerus, apa saja yang dibutuhkan termasuk kebutuhan perempuan. Tidak hanya pembalut, pakaian dalam, bahkan kerudung itu jadi masalah," katanya, mengacu pada pengalamannya sebagai relawan saat tsunami Aceh, di mana kebutuhan spesifik perempuan sering terabaikan.
Ia mengkritik kebiasaan mendonasikan pakaian layak pakai yang justru kerap tidak layak saat sampai di tangan penerima.
“Karena rata-rata orang memberikan pakaian pantas pakai itu tidak pantas dipakai lagi. Ada yang resletingnya rusak, kancingnya tidak ada, sudah lusuh, sobek. Mereka tidak ngecek yang penting membersihkan lemari,” ungkap Rahmawati yang akrab disapa Amma.
Oleh karena itu, Muhammadiyah melalui MDMC telah menggeser pendekatannya. Alih-alih menggalang pakaian bekas, disarankan untuk mengalihkan donasi dalam bentuk uang yang kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan pokok yang benar-benar mendesak dan sesuai assessment lapangan.
Rahmawati juga secara tegas menyatakan bahwa kebutuhan pokok itu bukan mie instan. Dia menegaskan pentingnya nutrisi yang memadai bagi penyintas.
Pesan ini merupakan ajakan bagi seluruh pihak untuk mentransformasi niat baik menjadi aksi yang cerdas, berempati, dan benar-benar meringankan beban korban bencana.