Eco Bhinneka Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Lintas Iman Asia Lewat Asia Hub Convening 2026
TVMU.TV - Eco Bhinneka Muhammadiyah memperkuat peran kolaborasi lintas iman di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara melalui penyelenggaraan Asia Hub Convening 2026 yang digelar di Jakarta pada 18–20 Mei 2026.
Forum internasional yang diinisiasi bersama Faith to Action Network dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu mempertemukan organisasi berbasis agama dan jaringan lintas iman dari sembilan negara Asia, yakni Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, dan Thailand.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi tantangan perdamaian, Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (FoRB), keadilan sosial, hingga krisis lingkungan.
Koordinator Asia Hub sekaligus Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menegaskan Asia Hub harus menjadi ruang kolaborasi lintas iman yang berorientasi pada aksi nyata di tengah meningkatnya polarisasi dan penyempitan ruang sipil di kawasan Asia.
Menurutnya, perempuan dan generasi muda perlu ditempatkan sebagai pusat perubahan dalam membangun masa depan yang lebih damai dan inklusif.
“Asia dapat menjadi cahaya harapan bagi dunia ketika kita membangun kolaborasi lintas iman untuk perdamaian, hak asasi manusia, dan masa depan bersama,” ujar Hening.
Ia menjelaskan, Eco Bhinneka Muhammadiyah selama ini mendorong penguatan kerja sama lintas komunitas berbasis nilai kemanusiaan, toleransi, dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui Asia Hub Convening, Eco Bhinneka ingin memperluas jejaring kolaborasi regional agar organisasi berbasis agama di Asia dapat lebih terhubung dalam merespons persoalan bersama, mulai dari intoleransi, kekerasan berbasis gender, hingga tantangan digital dan perubahan iklim.
Chief Executive Officer Faith to Action Network, Peter Kariuki Munene, turut menyoroti praktik baik yang dijalankan Eco Bhinneka Muhammadiyah dalam membangun kolaborasi lintas iman di Indonesia.
“Kita ingin melihat kolaborasi lintas agama yang lebih kuat untuk menciptakan keadilan dan perubahan bersama,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua IV Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah sekaligus anggota Supervisory Council Faith to Action Network, Emma Rachmawati, mengatakan Asia Hub menjadi ruang penting untuk memperkuat pembelajaran bersama dan advokasi kolektif lintas negara.
“Asia Hub merupakan ruang untuk memperkuat kolaborasi, pembelajaran bersama, dan advokasi kolektif lintas negara,” ujarnya.
Selain diskusi strategis, forum tersebut juga menghadirkan dialog regional mengenai isu Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (FoRB), keadilan gender, partisipasi pemuda, serta tantangan ruang digital di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Melalui forum ini, Eco Bhinneka Muhammadiyah berharap dapat membangun platform kolaborasi regional yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi aksi untuk memperkuat perdamaian dan keadilan sosial di Asia.