Refleksi Sumpah Pemuda, Muhadjir Effendy Minta Anak Muda Fokus Cari Pendapatan dan Hindari Korupsi
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengajak generasi muda Indonesia untuk mengorientasikan semangat Hari Sumpah Pemuda dengan terjun langsung menciptakan kemandirian ekonomi, mengasah etos kerja, serta menjauhi godaan korupsi yang bersumber dari ketergantungan pada kekuasaan.
Pesan strategis tersebut disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., saat menghadiri perhelatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad, 25 Oktober 2026.
Muhadjir menegaskan bahwa jalan pengabdian dan pilihan profesi anak muda sangat bergantung pada minat serta keberanian mengambil risiko di dunia nyata.
“Misalnya, kita tidak bisa memaksa semua pemuda untuk beramai-ramai terjun ke dunia ekonomi. Pilihan itu juga berkaitan dengan appetite atau selera, serta minat,” ujar Muhadjir Effendy di Yogyakarta, Ahad, 25 Oktober 2026.
Mantan Menko PMK RI ini memberikan peringatan keras mengenai bahaya pergeseran orientasi pengabdian jika seseorang menjadikan kekuasaan dan jabatan semata-mata sebagai sarana menumpuk kekayaan pribadi.
Menurutnya, membangun etos kerja yang kuat dan kemampuan menghasilkan pendapatan mandiri sejak muda merupakan fondasi paling efektif untuk membentengi diri dari integritas yang terkikis.
“Nah inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya banyak korupsi,” tegas Muhadjir.
Ia pun menyerukan dorongan moral agar generasi muda tidak ragu mencoba peluang usaha dan berjuang keras membangun ekosistem bisnis yang sehat.
“Berduyun-duyunlah. Anak muda ini harus mencoba adu untung, berjuang keras,” ajaknya.
Mengutip penegasan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Muhadjir mengingatkan pentingnya mengikis tradisi banyak berdiskusi tanpa eksekusi nyata. Menurutnya, forum pertukaran gagasan cukup menjadi pemantik awal, namun tindakan konkret di lapangan harus menjadi prioritas utama.
“Forum-forum pertemuan, bertukar gagasan itu sekali setahun saja, setelah itu kita harus fokus mencari pendapatan. Itulah yang juga menjadi prinsip Muhammadiyah, tidak banyak bicara, tapi banyak bekerja,” pungkasnya.
Semangat berdikari secara ekonomi ini diharapkan menjadi aksi nyata anak muda dalam mengimplementasikan nilai-nilai Sumpah Pemuda demi mendorong daya saing dan kemajuan bangsa Indonesia di era kontemporer.
