Muhammadiyah dan Kedubes Kuwait Jajaki Kerja Sama Strategis Pembangunan Rumah Sakit

Muhammadiyah dan Kedubes Kuwait Jajaki Kerja Sama Strategis Pembangunan Rumah Sakit
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, H.E. Khalid Jassim Alyassin, di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/10). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Kedutaan Besar (Kedubes) Kuwait untuk Indonesia menjajaki penguatan kerja sama strategis di berbagai lini, mulai dari pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, dakwah keislaman, hingga aksi kemanusiaan.

Salah satu poin krusial yang mengemuka dalam pembahasan bilateral tersebut adalah rencana pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah di Bekasi, Jawa Barat, dengan skema penyediaan lahan oleh Persyarikatan.

Inisiatif kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan resmi antara jajaran pimpinan PP Muhammadiyah dan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, H.E. Khalid Jassim Alyassin, di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., didampingi Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D., serta Sekretaris PP Muhammadiyah H. Izzul Muslimin, S.IP.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, memaparkan bahwa rekam jejak kemitraan antara Muhammadiyah dan Kuwait telah mengakar kuat selama lebih dari tiga dekade, terutama dalam mendukung pembangunan sarana ibadah dan pengembangan lembaga pendidikan di berbagai daerah.

“Kuwait sudah mengenal Muhammadiyah. Selama 20–30 tahun, Muhammadiyah dan Kuwait telah menjalin kerja sama. Kuwait banyak membantu Muhammadiyah, terutama dalam pembangunan masjid dan pendidikan,” ujar Haedar Nashir di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Menanggapi peluang ekspansi kerja sama di sektor layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi duafa tersebut, Duta Besar Kuwait H.E. Khalid Jassim Alyassin menyambut positif dan meminta Muhammadiyah menyusun proposal teknis guna pembahasan lebih mendalam.

Melalui penerjemah Muhammad Nahdi, Duta Besar Kuwait menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kiprah Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam sosial-keagamaan terbesar di dunia.

“Pertemuan ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih besar di kemudian hari. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan dunia. Kerja sama dapat dikembangkan di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan bidang-bidang lain yang memungkinkan untuk dikerjasamakan,” ujar Muhammad Nahdi menerjemahkan pernyataan Dubes Kuwait.

Melalui pertemuan ini, Muhammadiyah dan Kedubes Kuwait berkomitmen merealisasikan penawaran kerja sama tersebut menjadi program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.