RSML Terima 84 Dokter Muda Umsura, Siapkan Pendidikan Klinik Berbasis Keselamatan Pasien

RSML Terima 84 Dokter Muda Umsura, Siapkan Pendidikan Klinik Berbasis Keselamatan Pasien
RSML menerima 84 dokter muda dari FK Umsura untuk menjalani Kepaniteraan Klinik Tahun Akademik 2026. Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) resmi menerima 84 dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK Umsura) untuk menjalani Kepaniteraan Klinik Tahun Akademik 2026. Prosesi serah terima dan orientasi berlangsung di Auditorium Lantai 3 RSML, Selasa (28/7/2026), sebagai langkah awal membekali calon dokter dengan kompetensi klinis, keselamatan pasien, dan budaya kerja Islami.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan FK Umsura, Wakil Direktur Medis RSML, Tim Koordinasi Pendidikan (TIMKORDIK) RSML, dosen pembimbing, serta seluruh peserta kepaniteraan. Selama tiga hari, mulai 28–30 Juli 2026, para dokter muda akan mengikuti orientasi sebelum memasuki praktik klinik di berbagai unit pelayanan rumah sakit.

Wakil Dekan FK Umsura, DR. dr. Musa Ghufron, MMR, menegaskan bahwa kepaniteraan klinik merupakan tahapan penting bagi mahasiswa kedokteran untuk mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik pelayanan kesehatan secara langsung.

“Penting juga dalam aplikasi penguatan 6 sasaran keselamatan pasien,” ujar DR. dr. Musa Ghufron.

Ia juga mengingatkan seluruh dokter muda agar memanfaatkan masa pendidikan klinik untuk belajar secara optimal sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter.

Sementara itu, Wakil Direktur Medis RSML, dr. H. Orizanov Mahisa, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), memperkenalkan budaya kerja ISTAWA yang menjadi karakter pelayanan di RSML.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk tenaga kesehatan yang profesional sekaligus berintegritas.

“Budaya kerja ISTAWA ini diharapkan dapat menghiasi dan menghasilkan kualitas layanan kesehatan dengan nilai yang optimal,” ujarnya.

Budaya kerja ISTAWA terdiri atas lima prinsip utama, yaitu Itqon (profesional dan akurat), Ikhlas (memberikan pelayanan dengan tulus), Istiqomah (konsisten menjaga mutu pelayanan), Tartibu (tertib dalam administrasi dan rekam medis), serta Waktihi (tepat waktu dalam memberikan pelayanan kepada pasien).

Selain mengenal lingkungan rumah sakit, para dokter muda juga akan memperoleh pembekalan mengenai berbagai aspek penting dalam pelayanan kesehatan, meliputi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KPRS), aspek medikolegal, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), hingga layanan Holistic Care/Fiqih Pasien yang dipandu oleh tim pembinaan rohani.

Ketua TIMKORDIK RSML, dr. H. Taufiqur Rahman, Sp.A, menargetkan seluruh peserta mampu memahami seluruh materi orientasi sebagai bekal sebelum menjalani pendidikan klinik di rumah sakit.

Melalui pembekalan tersebut, RSML berharap para dokter muda tidak hanya memiliki kompetensi klinis yang baik, tetapi juga mampu mengedepankan keselamatan pasien, etika profesi, serta nilai-nilai keislaman dalam setiap pelayanan kesehatan yang diberikan.