Saad Ibrahim Sebut Hidayah Allah Sudah Diberikan Sejak Sebelum Manusia Lahir
TVMU.TV -
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Saad Ibrahim, menegaskan bahwa hidayah atau petunjuk dari Allah SWT telah diberikan kepada manusia bahkan sebelum mereka dilahirkan ke dunia. Hal itu disampaikannya dalam Kuliah Subuh di Masjid Al Ikhlas, Kapuas, Kalimantan Tengah, Sabtu (28/02).
Dalam tausiyahnya, Saad Ibrahim menguraikan sejumlah konsep fundamental dalam Islam, terutama tentang hidayah Allah, ayat-ayat kebesaran-Nya, serta fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan.
Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an, tepatnya QS Al-A’raf ayat 172, dikisahkan adanya perjanjian primordial antara Allah dan ruh manusia. Dalam peristiwa tersebut, manusia telah mengakui ketuhanan Allah sebelum dilahirkan ke dunia.
Menurutnya, konsep tersebut menunjukkan bahwa manusia secara inheren telah dibekali potensi untuk mengenal dan mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan.
Saad Ibrahim juga menekankan pentingnya memahami ayat-ayat Allah, baik yang terbentang di alam semesta maupun yang terdapat dalam diri manusia. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak berhenti pada fenomena atau tanda-tanda semata, tetapi mampu menangkap makna di baliknya.
Ia mencontohkan, ketika seseorang sakit, dokter tidak hanya melihat gejala, tetapi mencari akar penyebab penyakit tersebut. Demikian pula dalam kehidupan, berbagai fenomena harus mengantarkan manusia pada keyakinan terhadap keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa manusia terdiri atas jasmani dan rohani. Meski keduanya penting, aspek rohani memiliki kedudukan yang lebih utama. Hal ini berkaitan dengan ayat Al-Qur’an yang menyebut bahwa Allah akan menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya di ufuk dan dalam diri manusia.
Menurut Saad Ibrahim, manusia telah didesain dengan fitrah untuk cenderung kepada kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Potensi itu menjadi dasar bagi manusia untuk berpihak kepada nilai-nilai ilahiah.
Ia menambahkan bahwa Islam menempuh jalan hidayah melalui Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kitab suci tersebut berfungsi memudahkan manusia dalam berhubungan dengan Allah serta memahami ciptaan-Nya, termasuk dirinya sendiri, sebagai tanda kebesaran Tuhan.
Dalam penutupnya, Saad Ibrahim mengajak jamaah untuk kembali merenungkan hidayah yang telah Allah berikan sejak awal penciptaan, memahami tanda-tanda kebesaran-Nya di alam dan dalam diri, serta menjaga fitrah kemanusiaan yang cenderung pada kebaikan.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar manusia memahami tujuan keberadaannya di dunia secara lebih jelas dan terarah.