Silatnas LPEK PP Muhammadiyah Gandeng Dua Kementerian Luncurkan Wisata Napak Tilas

Silatnas LPEK PP Muhammadiyah Gandeng Dua Kementerian Luncurkan Wisata Napak Tilas
PP Muhammadiyah melalui LPEK memperkuat sinergi lintas sektor dengan meluncurkan program Wisata Napak Tilas serta menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI dalam perhelatan Silatnas Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah bertajuk “Merajut Kolaborasi, Menggerakkan Potensi, Menuju Parekraf Berkemajuan” di Dormitory UMY, Bantul, DIY, Sabtu (24/10). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) memperkuat sinergi lintas sektor dengan meluncurkan program Wisata Napak Tilas serta menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI.

Langkah strategis ini diresmikan dalam perhelatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah bertajuk “Merajut Kolaborasi, Menggerakkan Potensi, Menuju Parekraf Berkemajuan” yang digelar di Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., bersama Asisten Deputi Kementerian Pariwisata, Indri Wahyu Susanti, yang hadir mewakili Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menekankan krusialnya keberanian para pelaku ekonomi kreatif di lingkungan Persyarikatan untuk segera mengeksekusi ide-ide besar menjadi program nyata yang bernilai ekonomis bagi masyarakat.

“Pesan saya, tinggal dipraktikkan saja, jangan terlalu banyak teori,” ujar Haedar Nashir di Yogyakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Haedar mendorong pengembangan pariwisata berbasis nilai-nilai luhur dan kebudayaan Islam berkemajuan yang menghadirkan kenyamanan sekaligus edukasi spiritual bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi terobosan LPEK PP Muhammadiyah yang dinilainya memiliki modal sosial dan infrastruktur pendidikan yang sangat kuat untuk menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif dari akar rumput.

“Semangat Muhammadiyah dalam pendidikan dan pelayanan sosial merupakan modal penting bagi pengembangan ekonomi kreatif,” ungkap Teuku Riefky Harsya.

Sejalan dengan hal tersebut, Asisten Deputi Kementerian Pariwisata, Indri Wahyu Susanti, menyampaikan pesan Menteri Pariwisata mengenai filosofi pariwisata berbobot yang mengombinasikan keindahan alam dengan nilai historis dan pembelajaran budaya.

“Pariwisata lebih dari sekadar jalan-jalan. Perlu diketahui, di balik jalan-jalan itu terdapat pembelajaran. Pariwisata itu bukan hanya memberikan kesempatan orang-orang jalan-jalan, tapi pada kesempatan yang sama kita juga dapat belajar budaya,” tutur Indri Wahyu Susanti.

Melalui kemitraan ini, LPEK PP Muhammadiyah bersama kementerian teknis berkomitmen memperluas akses pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan destinasi pariwisata edukatif-historis berbasis jaringan Persyarikatan di seluruh Indonesia.