Syafiq Mughni Dorong Kampus Mandiri Finansial, Tidak Bergantung pada UKT Mahasiswa
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, mendorong perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.
Harapan ini disampaikannya dalam peringatan Milad ke-37 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) sekaligus acara Pengukuhan Guru Besar, Senin (9/2).
Dalam sambutannya, Syafiq mengajak untuk belajar dari model pendanaan sejumlah institusi pendidikan ternama dunia. Ia menyebut kampus seperti Oxford University dan Al Azhar University bertumpu pada dana abadi dan wakaf, bukan semata-mata pada biaya siswa.
Bahkan, ia menceritakan organisasi keagamaan seperti Gereja Mormon yang tumbuh dari donasi jemaat dan mengembangkan berbagai 'amal usaha' untuk mendanai gerakannya.
“Tiga fenomena itu memberikan pelajaran bagi kita semua, yang sangat relevan bagi milad sekarang ini, …… Yaitu hubungan kemajuan yang terus dibangun dalam rangka peringatan milad ini,” katanya.
Syafiq meyakini, semangat filantropi yang kuat di kalangan warga Muhammadiyah merupakan modal berharga untuk memajukan institusi pendidikannya.
“Kita harus mulai berpikir, bagaimana kita tidak hanya menggantungkan dana dari mahasiswa. Tapi secara pelan-pelan dan bertahap,” imbuhnya.
Harapan serupa disampaikan oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji. Ia mendukung upaya kemandirian finansial PTMA dengan menekankan pentingnya memudahkan masyarakat yang ingin menyalurkan dana filantropi.
Bambang juga menyoroti pentingnya peran PTMA dalam dunia riset, meski memerlukan dana yang tidak sedikit. Ia mencontohkan kesuksesan riset di Amerika Serikat yang didukung anggaran besar.
“Kami harapkan Sidoarjo memilih bidang-bidang dengan uang yang sedikit, tetapi pas bidang apa yang bisa kontribusikan di dalam percaturan dunia riset yang kita kenal,” katanya, mendorong UMSIDA dan PTMA lain untuk berkontribusi melalui penelitian yang tepat sasaran, khususnya dalam hilirisasi hasil riset.