Haedar Nashir Ajak Siswa Baru Bangga Bersekolah di Muhammadiyah, Sampaikan Lima Pesan Sambut Tahun Ajaran 2026/2027

Haedar Nashir Ajak Siswa Baru Bangga Bersekolah di Muhammadiyah, Sampaikan Lima Pesan Sambut Tahun Ajaran 2026/2027
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam program Pak Ketum Menyapa bertajuk “Gembira Berkarya” menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, yang disiarkan melalui kanal YouTube Muhammadiyah Channel, Selasa (14/7/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak seluruh peserta didik baru untuk bangga menjadi bagian dari sekolah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah. Menurutnya, memilih pendidikan di lingkungan Muhammadiyah merupakan keputusan yang tepat karena Persyarikatan telah memiliki rekam jejak panjang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sejak sebelum Indonesia merdeka.

Pesan tersebut disampaikan Haedar dalam program Pak Ketum Menyapa bertajuk “Gembira Berkarya” menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, yang disiarkan melalui kanal YouTube Muhammadiyah Channel, Selasa (14/7/2026).

“Sekolah Muhammadiyah bukan salah alamat, tetapi memang sudah berada di jalan dan jalur yang tepat. Kita harus bangga karena kita bukan sekolah KW yang asal-asalan,” ujar Haedar.

Haedar menjelaskan, Muhammadiyah merupakan gerakan Islam berkemajuan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan bersama Nyai Ahmad Dahlan dengan komitmen kuat membangun pendidikan sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Semua itu sudah dirintis jauh sebelum Indonesia menjadi negara merdeka,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar menyampaikan lima pesan kepada peserta didik baru sebagai bekal menjalani pendidikan di sekolah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.

Luruskan Niat Menuntut Ilmu

Pesan pertama, Haedar mengajak siswa meluruskan niat dan membangun semangat dalam menuntut ilmu. Ia menegaskan bahwa belajar merupakan bagian dari ibadah sekaligus jalan untuk meningkatkan kualitas diri.

“Maka bergembiralah ketika memulai sekolah. Dengan mencari ilmu, derajat dan kualitas diri akan meningkat. Insyaallah kita menjadi orang yang berguna dan bermanfaat. Karena itu harus semangat, tidak boleh lemas,” pesannya.

Bangun Karakter Beriman dan Berakhlak

Pesan kedua, Haedar menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan iman, takwa, dan akhlak mulia.

“Mencari ilmu itu ibadah. Belajar di sekolah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah adalah proses menempa diri agar menjadi orang yang beriman, bertakwa, rajin beribadah, berakhlak mulia, dan selalu dekat kepada Allah,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta didik menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama serta membiasakan diri berbakti kepada kedua orang tua.

Perkuat Persaudaraan dan Toleransi

Pesan ketiga berkaitan dengan pentingnya membangun persaudaraan serta menghargai perbedaan di lingkungan sekolah. Menurut Haedar, sekolah harus menjadi ruang yang nyaman bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.

“Jangan membiasakan diri meledek teman. Anggap semua teman sebagai saudara. Jangan karena berbeda suku, warna kulit, bahkan agama lalu saling bermusuhan. Kita harus hidup dalam persaudaraan sebagaimana diajarkan Islam,” tegasnya.

Disiplin dan Taat Aturan Sekolah

Pesan keempat menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, termasuk aturan mengenai penggunaan telepon genggam maupun larangan merokok.

“Kalau ada aturan tidak membawa HP ke sekolah, ya ikuti. Jangan juga merokok, bukan hanya di sekolah tetapi juga di luar sekolah karena tidak sehat. Dalam pandangan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, merokok juga tidak dibolehkan,” katanya.

Haedar juga mendorong sekolah Muhammadiyah membiasakan membaca Surah Al-’Ashr sebagai pengingat pentingnya menghargai waktu dan membangun karakter disiplin.

“Biasakan membaca Wal ’Ashr saat masuk maupun pulang sekolah. Surah ini sangat penting. Kiai Ahmad Dahlan mengajarkannya berbulan-bulan agar kita menjadi pribadi yang disiplin, beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan bersabar,” jelasnya.

Tumbuhkan Budaya Berprestasi

Pesan terakhir adalah membangun budaya berprestasi melalui semangat belajar, membaca, dan berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Haedar mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan sesuai bidangnya masing-masing.

“Pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan dan peluang untuk berprestasi di bidangnya masing-masing. Tidak harus sama, yang penting terus belajar dan berusaha meraih prestasi,” ujarnya.

Menutup pesannya, Haedar mengajak seluruh peserta didik memiliki rasa percaya diri tanpa meninggalkan sikap rendah hati. Ia berharap sekolah Muhammadiyah terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

“Percaya diri itu keren. Itulah karakter siswa sekolah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah. Selamat datang di sekolah Muhammadiyah. Semangat belajar, berakhlak mulia, menjalin persaudaraan, mencintai ilmu, mencintai prestasi, dan berbanggalah menjadi siswa sekolah Muhammadiyah,” pungkasnya.