Tahun Akademik 2024-2025, Unismuh Makassar Terima 23 Mahasiswa Internasional

Unismuh Makassar menggelar Rapat Penerimaan Mahasiswa Internasional di Ruang Senat, Gedung Iqra Unismuh Makassar, Selasa (1/6).

Tahun Akademik 2024-2025, Unismuh Makassar Terima 23 Mahasiswa Internasional
Unismuh Makassar menggelar Rapat Penerimaan Mahasiswa Internasional di Ruang Senat, Gedung Iqra Unismuh Makassar, Selasa (1/6). Foto: Unismuh Makassar.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Rapat Penerimaan Mahasiswa Internasional di Ruang Senat, Gedung Iqra Unismuh Makassar, Selasa (1/6).

Rapat tersebut dipimpin lansung oleh Rektor Unismuh, Ambo Asse.

Dalam rapat tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Bahasa, Kerja Sama dan Urusan Internasional (LPBKUI) Unismuh Makassar, Maharida mengungkapkan pihaknya menerima 23 mahasiswa asing pada tahun akademik 2024-2025.

Menurut dia, langkah ini merupakan bagian dari program internasionalisasi yang mencakup kunjungan profesor, kolaborasi penelitian, dan promosi universitas.

Adapun mahasiswa asing yang akan diterima berasal dari Sudan dan Yaman. Menurut data terbaru yang diperbarui pada 11 Juni 2024, sebanyak 22 mahasiswa berasal dari Sudan dan 1 mahasiswa dari Yaman.

“Fakultas yang diminati untuk tahun ini adalah FKIK, FT, FISIP, dan FKIP. Khusus Program Pasca Sarjana adalah MAP dan MPBI” ungkap Maharida.

Maharida menambahkan, selama ini Unismuh Makassar telah melaksanakan berbagai program untuk mendukung para mahasiswa internasional, misalnya melalui kegiatan budaya dan pemberdayaan komunitas melalui program Makassar Academic and Cultural Heritage Activity (MACCA) dan Makassar Collaborative and Community Empowerment Activity (MACORA).

Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Ambo Asse menyampaikan penerimaan mahasiswa asing ini adalah bagian dari upaya universitas untuk memperkuat jejaring internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui keragaman budaya dan akademik.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan mendukung bagi para mahasiswa internasional,” ujarnya.

Dia juga menyatakan Unismuh terus berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa asing, dan proses seleksi akademik tetap harus dilakukan secara ketat.

“Jangan sampai, sudah jauh-jauh tinggalkan negaranya, lantas tidak selesai karena tidak mampu mengikuti proses belajar karena kendala kemampuan akademik, bahasa maupun budaya,” ucap Ambo Asse.

Menanggapi rektor, Maharida menyebutkan pihaknya bersama UPT PMB telah menyiapkan sistem seleksi bagi mahasiswa asing. Misalnya, untuk seleksi kedokteran, sistemnya pun tidak kalah ketatnya dibanding seleksi mahasiswa dalam negeri.

Untuk penyesuasian bahasa dan budaya, ia mengatakan mahasiswa asing akan belajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), serta budaya lokal selama setahun.

“Nanti setelah setahun, baru mereka diizinkan masuk kelas mengikuti perkuliahan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Maharida mengatakan, Unismuh Makassar memberikan beasiswa penuh, baik untuk uang pembangunan maupun biaya kuliah bagi mahasiswa asing yang lolos seleksi.

“Unismuh juga bakal menyiapkan asrama bagi mahasiswa asing. Namun, kami tidak menanggung biaya penerbangan, pengurusan VISA dan lain-lain,” jelasnya.

Dengan langkah ini, Maharida berharap Unismuh Makassar bisa menapak langkah menuju penguatan internasionalisasi kampus.

VIDEO: Muhammadiyah Terapkan Iduladha 17 Juni 2024