Tim Medis MDMC Jatim Berikan Layanan Kesehatan untuk 190 Penyintas Banjir Langkat
TVMU.TV - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur kembali menunjukkan respons cepat dengan mengirimkan tim medis ke lokasi banjir bandang dan longsor di Kabupaten Langkat.
Bencana yang melanda Dusun Palo Mardan dan Desa Pangkalan Garib telah memaksa ratusan warga mengungsi, termasuk di MTsN 1 Kubuan, dan sangat membutuhkan penanganan kesehatan darurat.
Tim medis yang berasal dari Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Lamongan ini dipimpin oleh Aulia Fikri Anindito.
Didampingi lima tenaga kesehatan dan relawan MDMC setempat, mereka langsung bergerak sejak Selasa (9/12) untuk membuka layanan di lokasi terdampak.
Aulia mengungkapkan tantangan medan yang berat.
“Untuk sampai ke titik pengobatan, kami harus menyusuri sungai dengan perahu kecil. Kondisinya makin berat karena listrik di desa itu masih belum menyala,” ungkap Aulia seperti dikutip dari pwmu.co, Jumat (12/12).
Namun, kendala tersebut tidak menghentikan upaya tim. Kehadiran layanan kesehatan ini disambut dengan haru oleh warga.
Riyani (67), salah satu penyintas, mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah ada pak dokter di sini, karena warga banyak yang kena penyakit gatal dan pusing,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa akses kesehatan masih terbatas karena RSU Langkat belum beroperasi pascabencana.
Dalam dua hari pelayanan, tim menemukan keluhan kesehatan yang banyak dialami warga, seperti gatal-gatal akibat air kotor, sakit kepala, dan sesak napas. Kondisi lingkungan yang lembap dan fasilitas minim turut memperparah situasi.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Media MDMC Jatim melaporkan bahwa setidaknya 190 penyintas telah mendapatkan layanan kesehatan.
MDMC Jatim memastikan layanan ini akan terus berlanjut sesuai kebutuhan dan melakukan assessment lanjutan, terutama untuk wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau.
Respons cepat ini kembali menegaskan peran vital Muhammadiyah dalam memberikan bantuan kesehatan darurat di tengah krisis, khususnya di daerah terdampak yang aksesnya terbatas.