UM Palembang Raih Penghargaan PTMA Peduli Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah

UM Palembang Raih Penghargaan PTMA Peduli Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah
Rektor UM Palembang, Abid Djazuli menerima penghargaan PTMA Peduli Cabang dan Ranting serta Masjid Muhammadiyah dari Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqqurahman didampingi Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, H.M. Jamaludin Ahmad di Kompleks Perguruan Muhammadiyah dan Masjid Al Jihad Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarmasin 04, Jalan Cempaka II, Kalimantan Selatan, Sabtu (15/11). Foto: UM Palembang.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) kembali mencatat prestasi membanggakan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Pada ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VI yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kampus ini dianugerahi penghargaan sebagai PTMA Peduli Cabang dan Ranting serta Masjid Muhammadiyah.

Penghargaan tersebut diberikan pada Sabtu (15/11), di Kompleks Perguruan Muhammadiyah dan Masjid Al Jihad Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarmasin 04, Jalan Cempaka II, Kalimantan Selatan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqqurahman didampingi Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, H.M. Jamaludin Ahmad sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata UM Palembang dalam memperkuat dakwah dan pemberdayaan di tingkat akar rumput melalui dukungan terhadap cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah.

Penganugerahan ini menjadi bagian dari Rapat Kerja Nasional LPCRPM bertema “Menguatkan Sinergi, Memperkuat Peran, Memajukan Dakwah,” yang dihadiri pimpinan PTMA se-Indonesia, para rektor, dan jajaran pimpinan LPCRPM dari berbagai wilayah.

Rektor UM Palembang, Abid Djazuli menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan wujud kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang terus mendukung gerakan dakwah persyarikatan.

“Penghargaan ini milik kita semua—dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni—yang selama ini aktif berkolaborasi dalam menggerakkan dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Universitas tidak boleh berhenti pada fungsi akademik semata, tetapi harus hadir memperkuat basis jamaah melalui cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah,” ujarnya.

Abid menekankan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah harus menjadi motor perubahan sosial, tidak hanya melalui pendidikan dan riset, tetapi juga melalui penguatan ideologi dan pemberdayaan umat. Selama beberapa tahun terakhir, UM Palembang intens mendorong penguatan jaringan dakwah dengan melibatkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Sumatera Selatan melalui berbagai program pengabdian masyarakat.

Program tersebut mencakup Kuliah Kerja Nyata, penelitian dan pengabdian lintas fakultas, bakti sosial Fakultas Kedokteran, pelatihan manajemen dakwah, hingga pendampingan kegiatan keagamaan dan sosial di tingkat cabang dan ranting.

Dalam sambutannya, Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqqurahman memberikan apresiasi kepada kampus-kampus Muhammadiyah yang mendapat penghargaan, termasuk UM Palembang. Menurutnya, penghargaan ini menegaskan fungsi PTMA sebagai pusat dakwah sekaligus pusat pendidikan.

“Perguruan tinggi Muhammadiyah bukan hanya lembaga akademik, tetapi juga pusat gerakan dakwah dan pemberdayaan umat. Universitas Muhammadiyah Palembang telah menunjukkan peran konkret dalam memperkuat cabang, ranting, dan masjid sebagai basis dakwah persyarikatan. Ini sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan yang menjadi napas perjuangan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan dakwah di akar rumput harus menjadi komitmen berkelanjutan agar Muhammadiyah tetap relevan dan kuat di tengah perubahan zaman.

“Kampus harus terus membumikan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Jangan hanya fokus pada prestasi akademik, tapi juga memastikan kehadiran nyata dalam kehidupan umat,” pungkasnya.