UM Palembang Tambah Guru Besar Baru

UM Palembang Tambah Guru Besar Baru
UM Palembang mengukuhkan empat guru besar baru di Auditorium PWM Sumatera Selatan, Sabtu (7/2). Foto: UM Palembang.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) kembali mencatat capaian strategis di bidang akademik dengan mengukuhkan empat guru besar baru. Penambahan ini memperkuat posisi UM Palembang sebagai perguruan tinggi dengan jumlah guru besar terbanyak di lingkungan LLDikti Wilayah II, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk melangkah ke pemeringkatan universitas tingkat dunia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Jamhari Makruf, MA., Ph.D., saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Guru Besar UM Palembang yang berlangsung di Auditorium Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, Sabtu, 7 Februari 2026.

“Dengan penambahan 4 Guru Besar ini, Universitas Muhammadiyah Palembang sudah selayaknya masuk perangkingan dunia internasional. Apalagi Universitas Muhammadiyah Palembang saat ini menjadi perguruan tinggi dengan guru besar terbanyak di LLDikti Wilayah II. Ini modal besar untuk melangkah ke level internasional,” tegas Prof. Jamhari.

Empat guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., sebagai Guru Besar pada Ranting Ilmu Manajemen Pemasaran, Prof. Dr. Ir. Marhaini, M.T., sebagai Guru Besar pada Ranting Ilmu Pengolahan Limbah Industri, Prof. Ir. Neni Marlina, M.Si., sebagai Guru Besar pada Ranting Ilmu Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman, serta Prof. Dr. Ir. Muhammad Arief Karim, M.Sc., sebagai Guru Besar pada Ranting Ilmu Teknologi Adsorpsi Pengolahan Limbah.

Prof. Jamhari menegaskan bahwa capaian tersebut harus diikuti langkah nyata menuju peningkatan mutu institusi, terutama melalui penguatan tata kelola akademik dan peningkatan daya saing global. Ia menilai UM Palembang perlu mulai menyiapkan diri untuk mengejar akreditasi institusi internasional sebagai salah satu indikator penting dalam membangun reputasi universitas di tingkat dunia.

Menurutnya, guru besar juga memegang peran sentral dalam membangun ekosistem akademik yang produktif. Guru besar tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus menjadi penggerak utama yang mampu menarik dan melibatkan dosen muda dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Guru besar harus menjadi lokomotif. Mereka perlu melibatkan dosen muda agar lahir generasi akademisi yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Produktivitas riset dan pengabdian tidak boleh berhenti pada individu, tetapi harus menjadi budaya institusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas generasi akan memperkuat kualitas riset, meningkatkan jumlah serta mutu publikasi ilmiah, sekaligus memperluas dampak pengabdian kampus di tengah masyarakat. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu syarat penting bagi universitas untuk bersaing secara global.

Selain aspek akademik, Prof. Jamhari juga menekankan pentingnya keteladanan para guru besar dalam menjaga integritas, etika, serta komitmen terhadap nilai-nilai keilmuan dan keislaman yang berkemajuan.

“Guru besar bukan hanya simbol keilmuan, tetapi juga simbol moral dan etika. Mereka harus menjadi teladan di lingkungan kampus dan masyarakat,” katanya.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, lanjut Prof. Jamhari, akan terus mendorong UM Palembang untuk melakukan lompatan kemajuan secara berkelanjutan, baik dari sisi penguatan akademik, sumber daya manusia, maupun pembangunan sarana dan prasarana yang berstandar tinggi.

“Majelis Dikti PP Muhammadiyah akan terus mendukung Universitas Muhammadiyah Palembang agar berkembang secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun infrastruktur. UM Palembang harus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Bagian Selatan,” ujarnya.

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri Kepala LLDikti Wilayah II Prof. Dr. Iskhak Iskandar, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua PWM Sumatera Selatan Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., jajaran Badan Pembina Harian (BPH), senat universitas, para wakil rektor, guru besar, serta tamu undangan lainnya.

Dengan bertambahnya empat profesor baru, UM Palembang diharapkan mampu memperkuat budaya akademik kampus, meningkatkan produktivitas riset, memperluas kontribusi pengabdian masyarakat, serta mempercepat transformasi menuju universitas unggul yang berdaya saing internasional.