UMJ Dorong Kampus Hijau, Produksi Sampah 5 Ton per Hari Jadi Fokus Pembenahan
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus berkelanjutan melalui pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu. Langkah ini diawali dengan kegiatan diskusi dan berbagi praktik pengelolaan sampah bersama PT Bumiresik di Gedung Civilization Center UMJ, Kamis (23/4/2026).
Wakil Rektor III UMJ, Tria Astika Endah Permatasari, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan perilaku dan didukung sistem yang terstruktur, termasuk pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat fakultas.
“Setelah kegiatan ini, kami akan mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan. Nantinya, pada 5 Juni bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup, UMJ akan melanjutkan program ini melalui aksi penanaman pohon dan pengolahan sampah. Ini menjadi bukti bahwa UMJ tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga melakukan tindakan nyata,” ujarnya.
Menurut Tria, upaya tersebut bukan semata untuk kepentingan pemeringkatan global, melainkan bagian dari tata kelola kampus berkelanjutan. Sejumlah program lanjutan telah disiapkan, seperti pengembangan panel surya sederhana, sistem pengelolaan berkelanjutan, hingga lomba desain tempat sampah untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika.
Ia menekankan bahwa tantangan utama bukan pada ketersediaan infrastruktur, melainkan perubahan pola pikir dan kebiasaan.
“Perubahan tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari sekarang. Minimal, seluruh sivitas memahami bahwa UMJ memiliki kepedulian terhadap isu sampah,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II UMJ, Lukman Hakim, mengungkapkan volume sampah di lingkungan kampus mencapai sekitar 5 ton per hari. Ia menilai pengelolaan yang optimal dapat memberikan dampak signifikan, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
“Prinsipnya kami dari sarana dan prasarana siap mendukung. Sampah juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik, sehingga ke depan pengelolaan sampah di UMJ memiliki wajah baru,” katanya.
Kepala Kantor Kemitraan dan Reputasi Global UMJ, Miftahul Ulum, menambahkan bahwa pengelolaan sampah turut memengaruhi reputasi internasional kampus. UMJ saat ini aktif mengikuti sejumlah pemeringkatan global seperti UI GreenMetric, WURI, dan QS yang menilai aspek keberlanjutan lingkungan.
“Sebagai universitas besar di wilayah Tangerang Selatan, UMJ memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam pengelolaan sampah. Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, perwakilan PT Bumiresik, Djaka Winarso, memaparkan strategi pengelolaan berbasis data produksi sampah di setiap gedung. Ia menawarkan berbagai solusi teknologi, mulai dari biodigester, pengolahan maggot (black soldier fly), pirolisis, hingga pusat daur ulang.
Melalui pendekatan ini, sampah organik dapat diolah menjadi biogas dan kompos bernilai ekonomis, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kertas dapat didaur ulang. Adapun limbah residu akan ditangani dengan metode khusus agar tidak mencemari lingkungan.
Kegiatan ini menjadi langkah awal UMJ dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Selain meningkatkan kualitas lingkungan kampus, program ini juga diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi serta memperkuat posisi UMJ dalam pemeringkatan global berbasis keberlanjutan.