Ustaz Das’ad Latif Uraikan Makna Isra Mikraj

Ustaz Das’ad Latif Uraikan Makna Isra Mikraj
Ustaz Das’ad Latif menyampaikan tausiyah dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad di Masjid Baitul Tholibin Kemendikdasmen, Senin (19/1). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Baitul Tholibin, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senin (19/1), menjadi momentum refleksi spiritual bagi para jamaah. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Das’ad Latif menyampaikan tausiyah yang menekankan makna perjalanan agung Nabi Muhammad SAW sebagai sarana pembentukan karakter manusia.

Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif menjelaskan secara rinci hakikat peristiwa Isra Mikraj sebagai perjalanan luar biasa yang dialami Rasulullah SAW.

Ia menegaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan peristiwa spiritual yang sarat makna.

“Isra Mikraj itu perjalanan dari Masjidil Haram, Makkah ke Masjidil Aqsa, Palestina lalu naik langit pertama sampai langit ke tujuh ke Sidratul Muntaha, bertemu dengan Allah lalu kembali ke bumi, itu Isra Mikraj,” ujar Ustaz Das’ad Latif.

Lebih lanjut, ia menguraikan latar belakang terjadinya peristiwa Isra Mikraj yang berlangsung pada masa sulit dalam kehidupan Rasulullah SAW. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi ketika Nabi Muhammad SAW tengah berada dalam kesedihan mendalam.

“Nabi ditinggal istri ditinggal paman. Pada saat nabil sedih datanglah undangan dari Allah melalui malaikat Jibril. Diundang Rasulullah bertemu dengan Allah,” tuturnya.

Ustaz Das’ad Latif juga menjelaskan alasan mengapa perjalanan Isra Mikraj diawali dengan perjalanan ke Masjidil Aqsa di Palestina, sebelum Rasulullah SAW naik ke langit. Baginya, hal tersebut merupakan kehendak Allah untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya sekaligus memberikan pelajaran bagi umat manusia.

“Kenapa mesti ke Palestina dulu, baru kenapa tidak langsung ke Makkah? Allah ingin memperlihatkan sebagian kebesarannya,” katanya.

Dalam tausiyah tersebut, ia menekankan bahwa melalui Isra Mikraj, Allah memperlihatkan berbagai karakter manusia, baik dan buruk, yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Karakter-karakter tersebut menjadi pelajaran penting bagi umat agar mampu membedakan perilaku yang membangun dan yang merusak.

“Pada saat itu memperlihatkan karakter baik dan buruk, banyak karakter baik dan buruk dalam sehari-hari. Allah pilah karakter untuk menjadi pelajaran kenapa? karakter ini yang merusak dan membangun,” jelasnya.

Melalui peringatan Isra Mikraj ini, Ustaz Das’ad Latif mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peristiwa Isra Mikraj sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki akhlak, serta membangun karakter unggul dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan berbangsa.