Wakil Bupati Jepara Apresiasi Inovasi Wonton Horok-Horok Khas Siswa SNT 14 di Gelar Gria
TVMU.TV - Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan hasil karya inovatif para siswa dalam ajang Gelar Gria (Open House) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara yang digelar di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Dalam peninjauannya ke berbagai stan pameran, Ibnu Hajar mencicipi langsung berbagai hasil riset sains, karya seni, hingga terobosan kuliner berbasis bahan lokal. Salah satu karya yang paling menyedot perhatian adalah wonton isi olahan horok-horok—makanan tradisional khas Jepara—berpadu olahan daging ayam ciptaan siswa SNT 14 Jepara.
Ibnu Hajar menilai inovasi pangan berbasis kearifan lokal tersebut menjadi wujud nyata keberhasilan pembelajaran terpadu di SNT 14 Jepara dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi serta sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Jepara.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat karena SNT sudah dihadirkan di Kabupaten Jepara. Ini berarti mendukung program dari visi misi kami yaitu menjadikan Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius," ujar Muhammad Ibnu Hajar di Jepara.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Jepara berkomitmen terus memberikan wadah pengembangan bakat dan kreativitas bagi generasi muda agar siap berkontribusi pada kesejahteraan daerah di masa depan.
Kebanggaan senada dirasakan salah satu siswa pembuat wonton horok-horok, Abid Fadil Abar, yang mengaku antusias karena hidangan tradisional hasil kreasinya bersama tim mendapat pujian dari jajaran pimpinan daerah.
Sementara itu, dari sudut pandang wali murid, Arsiska menilai kurikulum dan kegiatan di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara terbukti membentuk karakter, pola pikir kritis, serta kemampuan berkomunikasi anak secara signifikan.
Melalui pameran karya Gelar Gria ini, SNT 14 Jepara membuktikan peran strategis lembaga pendidikan terintegrasi dalam mengawinkan keterampilan modern dengan pelestarian budaya lokal. (Imam Febrian)
