24 Jam Melayani Umat, Inilah Rahasia Masjid Jogokariyan

24 Jam Melayani Umat, Inilah Rahasia Masjid Jogokariyan
Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani dalam program Ruang Publik TvMu dengan tema Inspirasi dari Jogokariyan yang disiarkan melalui kanal YouTube TvMu Channel, Sabtu malam (28/12). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Masjid Jogokariyan di Yogyakarta telah menjadi fenomena dan inspirasi dalam pemberdayaan masjid. Sebagai aset wakaf Muhammadiyah, masjid ini dikenal dengan aktivitasnya yang tak pernah berhenti melayani umat.

“Masjid tidak pernah tidur. Full 24 jam melayani umat. Ini yang saya kira fenomenal,” tutur Aris Madani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, dalam program Ruang Publik tvMu dengan tema 'Inspirasi Dari Jogokariyan' yang disiarkan di tvMu dan YouTube tvMu Channel, Sabtu (28/12).

Aris menjelaskan, kunci keberhasilan Masjid Jogokariyan terletak pada inklusivitas dan keterbukaannya sejak awal. Konsep ini menarik banyak pihak untuk bersilaturahmi dan berpartisipasi.

“Dari awal, masjid ini inklusif, sangat terbuka dan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk bersilaturahmi, maka begitu mengadakan kegiatan responsnya luar biasa,” bebernya.

Bukti nyata terlihat setiap Ramadan. Sepanjang jalan di sekitar masjid dipadati pedagang kaki lima yang mendapat dukungan dari takmir dan masyarakat. Kegiatan buka puasa bersama (ifthar) rutin dihadiri ribuan jamaah dari berbagai latar belakang.

“3000 jamaah hadir. Tidak hanya dari umat Islam, ada yang non-muslim juga, mungkin orang asing juga datang,” ungkap Aris.

Aris juga menyoroti warisan mendiang Muhammad Jazir, salah satu penggerak utama masjid, yang wafat pada Senin (22/12). Jazir mewariskan sistem pengelolaan modern yang menjadi acuan banyak masjid lain.

“Dikelola dengan manajemen modern, terprogram dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya,” sebut Aris.

Salah satu ciri khasnya adalah pemberdayaan generasi muda. Pengelolaan masjid secara dominan diserahkan kepada anak muda, menciptakan ruang partisipasi yang luas.

Filosofi utama Masjid Jogokariyan adalah menciptakan suasana ibadah yang menggembirakan. Setiap jamaah dibuat nyaman dan merasa aman, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.

“Kalau ada jamaah yang kehilangan sandal akan diganti, handphone akan diganti, bahkan motor pun kalau kehilangan akan diganti oleh takmir masjid tersebut,” tandas Aris.

Dengan kombinasi pelayanan 24 jam, manajemen modern, dan pendekatan yang manusiawi, Masjid Jogokariyan terus membuktikan bahwa masjid dapat menjadi pusat peradaban yang hidup, inklusif, dan memberdayakan.