Abdul Mu'ti Nilai Pentingnya Wasathiyah untuk Bangun Peradaban Maju
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan, konsep wasathiyah atau tengahan dalam Islam dapat diterapkan dalam banyak situasi seperti dalam konteks zakat dan kebijakan publik.
TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan, konsep wasathiyah atau tengahan dalam Islam dapat diterapkan dalam banyak situasi seperti dalam konteks zakat dan kebijakan publik.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, wasathiyah dalam konteks berzakat artinya membelanjakan harta di jalan Allah SWT tapi tidak dengan berlebihan.
Zakat maupun sedekah adalah perintah yang baik, dan jika dilaksanakan tentu berbalas pahala dan jariyah. Namun, dalam berzakat tidak boleh berlebihan dan di sisi lain tidak boleh terlalu pelit untuk mengeluarkannya.
“Ibadah itu baik, tapi kalau berlebih-lebihan dalam beribadah itu tidak baik. Sedekah ya sedekah, tapi ojo kabeh dinyohne (jangan semua diberikan),” kata Mu’ti dalam acara Gema Kampus Ramadan 1446 H UMS, Jum’at (14/3).
Kemudian, Mu'ti menjelaskan wasathiyah dalam konteks kebijakan publik yaitu membuat peraturan maupun dasar-dasar hukum yang obyektif atau adil.
Ia mengingatkan jangan sampai ketidaksukaan terhadap salah satu kelompok menjadikan kebijakan itu condong.
“Adil itu bukan berarti sama, melainkan menegakkan aturan sebagaimana mestinya,” jelas Mu'ti.
Mu’ti menilai, konsep wasathiyah ini diperlukan untuk membangun peradaban maju, khususnya bagi bangsa yang memiliki kemajemukan yang tinggi.
Bagi dia, spirit yang dikandung dalam wasathiyah ini dalam menciptakan harmoni di tengah-tengah kehidupan berbangsa yang majemuk, termasuk kehidupan kemanusiaan global yang kompleks.
VIDEO: Tabligh Akbar Gema Kampus Ramadhan UMS 1446 H Bersama Abdul Mu'ti