Agung Danarto Soroti Peran Keluarga Karyawan Sebagai Fondasi Kemajuan Muhammadiyah
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, menegaskan bahwa kekuatan dan keberhasilan Persyarikatan tidak lepas dari peran vital para karyawan beserta keluarganya, yang disebutnya sebagai “dapur” penggerak utama organisasi.
Pengabdian yang dilandasi keikhlasan ini, menurutnya, telah membawa dampak nyata hingga ke ranah global.
Pernyataan tersebut disampaikan Agung dalam Baitul Arqam Karyawan PP Muhammadiyah Kantor Jakarta, Kamis (25/12).
Agung mengungkapkan, Muhammadiyah kini telah hadir di seluruh Indonesia melalui 38 Pimpinan Wilayah (PWM) serta 30 Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) di berbagai belahan dunia, menjadi gerakan Islam yang mendunia.
Di sektor pendidikan, amal usaha ini mengelola sekitar 170 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA), termasuk 30 fakultas kedokteran, dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 600 ribu orang.
Capaian monumental itu, tegas Agung, adalah buah dari kerja keras, darah, dan keringat para karyawan yang mengabdi di PP Muhammadiyah.
“Tujuan Muhammadiyah adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kita optimistis masyarakat Indonesia ke depan berada di pintu gerbang jannatun na‘im,” ujarnya.
Selain itu, Agung menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mendorong kemajuan, sebuah prinsip yang telah dipraktikkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
Dalam konteks mewujudkan kesejahteraan, ia menyebut dua pilar utama yang terus diperkuat Muhammadiyah: pendidikan dan kesehatan.
Saat ini, Persyarikatan mengelola 129 rumah sakit dan lebih dari 330 klinik di berbagai daerah, serta menggerakkan sektor ekonomi melalui sekitar 52 Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM).
“Kesejahteraan yang utama adalah pemenuhan kebutuhan pokok dan dasar,” tegasnya.
Maka dari itu, Agung juga mengajak untuk meneladani kesederhanaan dan rasa syukur para sahabat Nabi.
Dia menekankan bahwa ibadah tidak hanya dilakukan di masjid, tetapi juga dalam setiap aktivitas kerja dan kehidupan rumah tangga.
“Jika semua diniatkan sebagai ibadah, maka akan tumbuh sikap saling memahami, tidak saling menuntut, dan menghadirkan ketenangan dalam keluarga,” ujarnya.
Lebih jauh, Agung menghubungkan tujuan besar Muhammadiyah dengan pentingnya membangun keluarga bahagia (baiti jannati).
Kebahagiaan keluarga, baginya, terwujud melalui ketenangan (sakinah) yang dibangun atas dasar cinta kasih (mawaddah) dan kasih sayang spiritual (rahmah), sebuah fondasi sempurna bagi kemajuan umat dan bangsa.