Agus Taufiqurrahman Ajak Masyarakat Terus Bantu Penyintas Banjir Aceh dan Sumatra

Agus Taufiqurrahman Ajak Masyarakat Terus Bantu Penyintas Banjir Aceh dan Sumatra
Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman/ Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman mengajak masyarakat luas dan warga Persyarikatan untuk terus bergotong royong membantu para penyintas bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Seruan tersebut disampaikan Agus saat Pengajian dan Resepsi Milad ke-16 Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan Universitas Ahmad Dahlan (PERSADA UAD), Kamis malam (8/1).

Dalam kesempatan itu, Agus menegaskan bahwa di tengah rasa syukur atas perjalanan panjang Muhammadiyah yang telah memasuki usia ke-113 tahun, Persyarikatan tidak boleh abai terhadap penderitaan saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.

“Di Milad ke-113 Muhammadiyah, kita telah banyak sekali diberikan anugerah oleh Allah SWT, namun bersamaan dengan itu, Muhammadiyah saat ini sedang bersama-sama saudara kita di Aceh dan Sumatera, meringankan dan menolong mereka yang menjadi korban bencana alam,” ujarnya.

Agus kemudian mengingatkan bahwa kepedulian Muhammadiyah terhadap korban bencana bukanlah hal baru. Ia menuturkan sejarah keterlibatan Muhammadiyah dalam penanganan bencana sejak lebih dari satu abad lalu, tepatnya pada 1919, saat letusan Gunung Kelud di Jawa Timur.

“Saat itu, KH Sudja mengusulkan kepada KH Ahmad Dahlan agar Muhammadiyah ikut mengirimkan bantuan ke Jawa Timur. Saat itu tim relawan dinamakan Laskar Kyai Sudja. Maka sudah 100 tahun lebih Muhammadiyah hadir sebagai tim kebencanaan,” jelasnya.

Menurut Agus, pengalaman panjang Muhammadiyah dalam dunia kerelawanan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi capaian penting bagi Persyarikatan. Salah satu pencapaian tersebut adalah keberadaan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah mendapatkan verifikasi internasional dari World Health Organization (WHO).

“Yang menarik dari sini adalah tim relawan kita menjadi satu-satunya tim relawan internasional dari Indonesia yang terverifikasi WHO,” katanya.

Ia menegaskan, capaian tersebut perlu disampaikan kepada generasi muda agar kiprah panjang Muhammadiyah dalam bidang kemanusiaan dapat terus dilanjutkan dan diperkuat.

Di hadapan para santri mahasiswa PERSADA UAD, Agus mengajak mereka menjadikan kepedulian kebencanaan sebagai panggilan jiwa, sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Surah Al-Ma’un.

“Nabi bahkan telah mensaudarakan muslim itu seperti satu tubuh, yang kalau salah satu anggota tubuh itu sakit, semuanya akan merasakan sakit,” ucapnya.

“Maka kita harus terus bantu, kita harus terus berdoa dan bersaudaralah kamu seperti kedua tangan yang saling menggenggam, bukan seperti kedua telinga yang terletak terpisah tidak bisa saling menggenggam,” pungkas Agus.