Agus Taufiqurrohman: Perempuan dan Keluarga Kunci Membangun Generasi Berkemajuan

Agus Taufiqurrohman: Perempuan dan Keluarga Kunci Membangun Generasi Berkemajuan
Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman saat memberikan tausyiah dalam Tabligh Akbar rangkaian Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Pendopo Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (9/5/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman, menegaskan pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam membangun generasi bangsa yang berkemajuan di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin kompleks.

Pernyataan itu disampaikan Agus saat memberikan tausyiah dalam Tabligh Akbar rangkaian Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Pendopo Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (9/5/2026).

Dalam tausyiahnya, Agus menyebut perempuan, khususnya ibu, memiliki posisi strategis dalam pendidikan anak dan pembentukan karakter generasi bangsa. Ia menegaskan keluarga merupakan fondasi utama lahirnya masyarakat yang kuat dan berakhlak.

“Bangsa yang maju lahir dari pendidikan yang kuat di lingkungan keluarga. Karenanya, peran ‘Aisyiyah begitu penting dan strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan dan penguatan keluarga,” ujarnya.

Agus menjelaskan, seorang ibu merupakan madrasah ula atau sekolah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, pendidikan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk karakter, moral, dan kepribadian generasi muda.

Ia juga menyoroti tantangan moral yang dihadapi anak dan remaja di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tidak dapat menggantikan peran guru dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak.

“Google bisa lebih pintar dari kita, AI juga berkembang sangat cepat. Tetapi guru tetap dibutuhkan karena mengajarkan kita tentang adab, disiplin, dan akhlak,” tegas Agus.

Menurut dia, pendidikan karakter harus terus diperkuat, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Kedekatan emosional antara orang tua dan anak juga dinilai menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Agus turut mengapresiasi kontribusi ‘Aisyiyah dalam bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan sosial yang selama ini dijalankan secara konsisten, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menilai gerakan perempuan Muhammadiyah tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui berbagai amal usaha pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan keluarga.

Melalui Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Agus berharap organisasi perempuan Muhammadiyah itu terus melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa dan kemanusiaan.

Tabligh Akbar tersebut juga menjadi momentum refleksi tentang pentingnya penguatan peran perempuan dalam membangun keluarga yang kokoh, berakhlak, dan berkemajuan sebagai fondasi utama peradaban bangsa.