Aisyi Tower Klaten Diluncurkan, Hotel Pertama Milik ‘Aisyiyah Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat
TVMU.TV - Pimpinan Daerah (PDA) ‘Aisyiyah Kabupaten Klaten resmi meluncurkan Aisyi Tower Klaten, hotel pertama yang dimiliki dan dikelola oleh ‘Aisyiyah. Soft launching yang digelar pada Ahad (15/6/2026) itu menjadi tonggak baru pengembangan amal usaha ‘Aisyiyah di sektor ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian organisasi.
Peresmian hotel tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah. Menurutnya, kehadiran Aisyi Tower merupakan terobosan strategis yang menunjukkan keberanian ‘Aisyiyah dalam mengembangkan amal usaha di bidang yang selama ini belum banyak digarap.
“Ini adalah amal usaha pertama ‘Aisyiyah di bidang perhotelan. Saya merasa bangga dan berterima kasih karena PDA Klaten berani melakukan lompatan yang luar biasa dalam amal usaha bidang ekonomi,” ujarnya.
Salmah menegaskan bahwa seluruh amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus dikelola secara profesional dan menghasilkan keuntungan. Namun, keuntungan tersebut tidak semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan dikembalikan untuk mendukung misi dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Amal usaha harus profit, tidak boleh rugi. Tetapi seluruh keuntungan itu harus dikembalikan dan diinvestasikan untuk mewujudkan tujuan organisasi,” katanya.
Momentum peluncuran yang bertepatan dengan awal Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, lanjut Salmah, menjadi simbol semangat hijrah menuju kemajuan dan inovasi. Ia berharap Aisyi Tower dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya amal usaha ekonomi baru di lingkungan ‘Aisyiyah.
Selain menekankan pentingnya kualitas layanan dan kenyamanan tamu, Salmah juga mengingatkan agar pengelolaan hotel menerapkan prinsip ramah lingkungan, termasuk efisiensi energi dan pengelolaan sampah yang baik.
Menurutnya, Aisyi Tower tidak hanya berfungsi sebagai unit bisnis, tetapi juga menjadi media dakwah yang menghadirkan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam pelayanan sehari-hari.
“Hotel yang bersih, nyaman, dan dikelola dengan baik adalah bagian dari dakwah. Gedung yang bagus juga bisa menjadi dakwah, apalagi jika didukung pelayanan karyawan yang sopan, santun, amanah, dan mampu menjaga kepercayaan pelanggan,” tuturnya.
Ketua PDA Klaten, Sri Mulyani Rahayuningsih, menjelaskan bahwa pembangunan Aisyi Tower merupakan hasil ikhtiar panjang organisasi untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menyebut hotel tersebut tidak hanya menyediakan layanan akomodasi dan ruang pertemuan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan usaha masyarakat.
“Kami berharap Aisyi Tower mampu memberikan dampak positif di bidang sosial dan ekonomi. Sebanyak 85 persen tenaga kerja berasal dari warga Klaten. Di bidang keamanan kami memberdayakan kader Muhammadiyah dari Kokam, sementara kebutuhan konsumsi hotel juga melibatkan pelaku usaha lokal,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media, Deni Asy’ari, selaku mitra pengembang dan pengelola, menyebut Aisyi Tower sebagai simbol kemandirian ekonomi perempuan Muhammadiyah yang lahir dari semangat gotong royong dan konsolidasi internal organisasi.
Menurutnya, pembangunan hotel tersebut dilakukan tanpa bergantung pada pembiayaan perbankan, melainkan melalui kekuatan pendanaan internal ‘Aisyiyah.
“Aisyi Tower murni didirikan dengan finansial internal ‘Aisyiyah. Kita ingin menunjukkan bahwa selama ikhtiar dan konsolidasi internal itu ada, kita mampu menghadirkan amal usaha besar tanpa bergantung pada hutang perbankan,” kata Deni.
Sebagai pembeda dengan hotel pada umumnya, Aisyi Tower juga mengusung konsep hotel literasi yang menyediakan berbagai bahan bacaan dan ruang edukatif bagi tamu. Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas hotel sebagai bagian dari gerakan dakwah, pendidikan, dan pencerahan masyarakat.
Kehadiran Aisyi Tower menandai babak baru pengembangan amal usaha ekonomi ‘Aisyiyah. Selain diharapkan tumbuh sebagai unit bisnis yang sehat dan berkelanjutan, hotel ini juga diproyeksikan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, penguatan dakwah, serta pelayanan sosial bagi masyarakat luas.