Dahlan Rais: Teologi Al Ashr Ajarkan Warga Muhammadiyah Menghargai Waktu dan Terus Menuntut Ilmu

Dahlan Rais: Teologi Al Ashr Ajarkan Warga Muhammadiyah Menghargai Waktu dan Terus Menuntut Ilmu
Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dahlan Rais, mengingatkan pentingnya menghargai waktu sebagai bagian dari ajaran Islam yang harus dipegang teguh oleh setiap muslim, khususnya warga Muhammadiyah. Pesan tersebut disampaikannya dalam Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Minggu (14/6/2026).

Dalam ceramahnya, Dahlan Rais menegaskan bahwa selain dikenal dengan teologi Al Ma’un yang menekankan kepedulian sosial, Muhammadiyah juga memiliki semangat teologi Al Ashr yang berakar pada pemahaman mendalam terhadap Surat Al Ashr sebagaimana diajarkan oleh pendiri Muhammadiyah, Kiai Ahmad Dahlan.

Menurut Dahlan, pelajaran tentang pentingnya waktu mendapat perhatian khusus dari Kiai Ahmad Dahlan. Ia mengisahkan bahwa jika Surat Al Ma’un diajarkan selama beberapa pekan kepada murid-muridnya, maka Surat Al Ashr diajarkan berulang-ulang hingga delapan bulan lamanya.

“Jadi Sang Kiai kita itu seorang yang futuristik, seseorang yang sangat memahami bahwa pesan waktu itu sedemikian penting,” kata Dahlan Rais.

Ia menjelaskan bahwa ajaran tersebut menunjukkan betapa waktu merupakan aset kehidupan yang tidak dapat digantikan ataupun dikembalikan. Karena itu, setiap muslim dituntut memanfaatkannya secara produktif untuk beribadah, bekerja, belajar, dan memberi manfaat bagi sesama.

Mengutip pandangan Imam Syafi’i, Dahlan Rais menyebut bahwa kandungan Surat Al Fatihah dan Surat Al Ashr sesungguhnya telah memuat pesan penting yang cukup menjadi pedoman hidup seorang muslim. Pernyataan tersebut, menurutnya, menegaskan besarnya nilai dan pelajaran yang terkandung dalam kedua surat tersebut.

Semangat menghargai waktu itu, lanjut Dahlan, tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan dalam tradisi Persyarikatan Muhammadiyah. Salah satunya melalui kebiasaan membaca Surat Al Ashr setelah rapat-rapat resmi sebagai pengingat agar setiap kader dan pimpinan memanfaatkan waktu secara efektif.

“Hargai waktu, ingat waktu. Waktu itu sesuatu yang tidak bisa kembali. Kalau kita hutang masih bisa mengembalikan. Tapi kalau kita hutang waktu kita tidak bisa mengembalikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dahlan Rais juga mendorong jamaah untuk terus menuntut ilmu tanpa memandang usia. Pesan itu disampaikan mengingat sebagian besar peserta Pengajian Ahad Pagi merupakan kalangan orang tua.

Menurutnya, semangat belajar sepanjang hayat merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus terus dijaga. Tidak ada alasan untuk berhenti belajar ataupun merasa malu menambah pengetahuan hanya karena faktor usia.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya menempatkan pendidikan sebagai salah satu pilar utama gerakan dakwah dan pembaruan. Melalui pemanfaatan waktu secara produktif dan semangat belajar yang berkelanjutan, Dahlan berharap warga Muhammadiyah mampu menjadi pribadi yang lebih berkemajuan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.