’Aisyiyah dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Salurkan Bantuan Sarana Lingkungan

’Aisyiyah dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Salurkan Bantuan Sarana Lingkungan
Kebersamaan narasumber dan peserta menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang mempertemukan pemerintah, DPR RI, dan organisasi masyarakat dalam memperkuat kapasitas pengelolaan sampah dan limbah B3. Foto: KSU UMJ.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) ’Aisyiyah bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan melalui Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Penanganan Kedaruratan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan/atau Limbah B3 di Kantor PP ’Aisyiyah, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana pengelolaan sampah untuk mendukung pengurangan sampah berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan itu, KLH menyerahkan secara simbolis empat unit kendaraan angkut roda tiga (Viar), lima unit komposter, dan lima unit tempat sampah terpilah kepada PP ’Aisyiyah sebagai dukungan terhadap penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kegiatan dihadiri Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan, Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Melda Mardalina, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan Rizky Febriyanto, Koordinator Kelompok Kerja TPA, Sanitary Landfill, dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca KLH Andina Novita, serta jajaran pimpinan dan pengurus ’Aisyiyah dari berbagai wilayah.

Ketua PP ’Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan mengatakan pelestarian lingkungan merupakan bagian dari dakwah dan gerakan kemanusiaan yang selama ini dijalankan ’Aisyiyah melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB).

Menurutnya, berbagai program telah dikembangkan, mulai dari penghijauan, pengurangan sampah, hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim.

“Kami memandang kolaborasi dengan pemerintah merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup agar gerakan pelestarian lingkungan dapat menjangkau lebih banyak komunitas dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Prof. Masyitoh.

Sementara itu, Direktur Penanganan Sampah KLH Melda Mardalina mengungkapkan bahwa Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari, dengan sebagian besar masih berakhir di TPST Bantargebang tanpa melalui proses pemilahan.

Ia menjelaskan, lebih dari separuh timbulan sampah berasal dari sisa makanan dan sampah rumah tangga sehingga pemilahan sejak dari sumber menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir.

“Lebih dari separuh timbulan sampah berasal dari sisa makanan dan sampah dapur. Karena itu, pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah menjadi langkah paling mendasar untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir. Sampah yang dipilah dengan baik tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah dan mitra pengelola,” kata Melda.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto menambahkan bahwa persoalan sampah di perkotaan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan aktif organisasi masyarakat dan warga untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Senada dengan itu, Andina Novita mengajak masyarakat mengubah pola konsumsi dengan membiasakan mempertimbangkan kebutuhan sebelum membeli barang serta memikirkan pengelolaan limbahnya setelah digunakan.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa limbah B3 tidak hanya dihasilkan oleh sektor industri, tetapi juga berasal dari aktivitas rumah tangga, seperti baterai bekas, lampu, obat kedaluwarsa, dan limbah elektronik. Karena itu, edukasi pengelolaan sampah perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

“Saya berharap ’Aisyiyah dapat menjadi pelopor gerakan sedekah sampah. Mari kita mulai dari rumah, mengajak keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar untuk memilah sampah. Selain menjaga lingkungan, langkah sederhana ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi amal kebaikan,” ujar Putri.

Bantuan sarana dari KLH diharapkan memperkuat praktik pemilahan sampah, pengolahan sampah organik, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungan ’Aisyiyah.

Melalui kegiatan ini, PP ’Aisyiyah dan Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun budaya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.