'Aisyiyah Latih 37 Pendamping UKM Perempuan untuk Perkuat Ekonomi Keluarga
TVMU.TV - Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah menggelar Pelatihan Pendamping Bina Usaha Ekonomi Keluarga 'Aisyiyah (BUEKA) yang diikuti 37 peserta dari empat provinsi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor PP 'Aisyiyah, Selasa (28/10) ini bertujuan memperkuat peran perempuan pelaku UKM yang menguasai 65% usaha mikro di Indonesia.
Ketua MEK PP 'Aisyiyah, Utik Bidayati menekankan kontribusi strategis perempuan dalam ketahanan ekonomi nasional.
"Perempuan menjadi pilar ekonomi yang luar biasa, bayangkan kalau krisis ekonomi 98 tidak ada UKM, Indonesia bisa wasallam karena banyak perusahaan besar tumbang saat krisis," tegasnya.
Menurut Utik, pelatihan ini akan menumbuhkan fasilitator yang mampu menggerakkan UKM di daerah masing-masing.
"Melalui 'Aisyiyah kita akan memberdayakan masyarakat, diantaranya melalui kegiatan ekonomi dengan memiliki pendamping yang betul-betul dapat menjadi sandaran bagi ibu-ibu pelaku UKM," jelasnya.
Tri Hastuti Nur Rochimah selaku Sekretaris Umum PP 'Aisyiyah, menyoroti tantangan khusus yang dihadapi perempuan pelaku usaha.
"Beban ganda ini merupakan sebagian problem yang dihadapi perempuan termasuk pelaku UMKM, sebuah beban yang tidak kelihatan tetapi sebenarnya menjadi besar dan dapat menghambat perempuan sebagai pelaku ekonomi," ujarnya.
Ia mendorong pendamping BUEKA untuk mengadopsi perspektif GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) dalam pendampingan. Pendekatan ini juga diperluas untuk kelompok marginal seperti lansia, difabel, dan perempuan kepala keluarga.
Kegiatan selama dua hari ini merupakan implementasi ajaran Al-Ma'un dari K.H. Ahmad Dahlan, sekaligus upaya 'Aisyiyah mewujudkan visi gerakan ekonomi mandiri dan produktif melalui pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan.