BPPGM Perkuat Ekosistem Dapur Gizi Muhammadiyah untuk Dorong Ekonomi Rakyat dan Dakwah

BPPGM Perkuat Ekosistem Dapur Gizi Muhammadiyah untuk Dorong Ekonomi Rakyat dan Dakwah
Ilustrasi/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Badan Pelayanan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) terus memperkuat tata kelola serta ekosistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (SPPGM). Langkah ini diambil guna menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus mendukung dakwah Persyarikatan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Investasi dan Pengembangan BPPGM, Nasrullah, dalam agenda Koordinasi Pengelola SPPGM se-Semarang Raya yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Selasa (8/9).

Nasrullah menegaskan bahwa keberadaan SPPGM tidak boleh berorientasi pada keuntungan pribadi semata, melainkan wajib memberikan kemanfaatan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

“Kita bukan hanya itu yang dipikirkan, tapi bagaimana setelah itu dampak dari dapur ini berdampak bagi masyarakat sekitar. Itu yang membedakan antara kita dengan mitra-mitra lain,” ungkapnya.

Melalui skema pemberdayaan masyarakat, operasional dapur gizi Muhammadiyah diarahkan untuk menggerakkan roda ekonomi di pedesaan dan kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah dengan melibatkan mereka sebagai mitra pemasok bahan baku.

“Kita sudah betul-betul siap dengan apa namanya skema skema pemberdayaan masyarakat,” tegas Nasrullah.

Dampak nyata dari operasional SPPGM ini sudah mulai dirasakan di berbagai wilayah. Di Lasem, Pengawas SPPGM Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Rembang, Supriyanti, mengungkapkan bahwa dapur gizi yang dikelolanya berhasil menyerap tenaga kerja lokal. Mengingat kawasan tersebut didominasi warga Nahdliyin, mayoritas relawan hingga pasokan kebutuhan dapur pun dipenuhi dari warga dan kiai setempat.

Sementara itu, keberadaan SPPGM juga memberikan kontribusi finansial dan sosial yang signifikan bagi gerakan pendidikan serta Persyarikatan. Pengawas SPPGM Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumowono, Achmad Mondo Rivai, menyampaikan bahwa unitnya dapat menyalurkan bantuan untuk TK ABA di sekitar lokasi.

Di sisi lain, Pengawas SPPGM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Semarang di Bawen, Heri Santoso, menyebutkan bahwa dapur gizi di wilayahnya rutin menyalurkan infak sebesar Rp10 juta per bulan kepada PDM Semarang.

“Sementara untuk Cabang di tempat berdirinya SPPG, kita menyalurkan Rp. 3 juta untuk Cabang Muhammadiyah setempat,” tambah Heri.

Melalui integrasi pelayanan gizi, penguatan ekonomi warga, dan kemitraan sosial lintas komunitas, keberadaan SPPGM diharapkan terus menjadi model gerakan pemberdayaan yang berdampak nyata dan berkelanjutan.