Dadang Kahmad Ajak Umat Jadikan Ramadan Momentum Muhasabah dan Penguatan Ilmu
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad mengajak umat Islam memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk bermuhasabah serta memperbaiki kualitas diri melalui peningkatan ibadah dan penguatan ilmu pengetahuan.
Pesan tersebut disampaikan Dadang saat mengisi Pengajian Ramadan dan Buka Puasa Bersama di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), baru-baru ini. Kegiatan tersebut dihadiri civitas akademika dan sejumlah pimpinan universitas.
Dalam ceramahnya, Dadang menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an yang seharusnya dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak interaksi dengan kitab suci, tidak hanya membaca tetapi juga memahami dan mengamalkannya.
“Misalkan baca satu ayat, artikan, renungkan, dan internalisasi. Siapa yang meninggalkan Al-Quran, dia tidak akan mendapatkan apa-apa,” jelas Dadang.
Menurutnya, membaca Al-Qur’an seharusnya tidak berhenti pada pelafalan teks, tetapi dilanjutkan dengan proses memahami makna, merenungkan pesan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Dadang menekankan bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT. Oleh karena itu, Ramadan tidak seharusnya dimaknai sekadar sebagai rutinitas ibadah tahunan.
“Pemahaman terhadap tujuan puasa sangat penting agar umat Islam mampu menjalankan Ibadah Ramadan dengan kualitas yang lebih baik. Puasa tak hanya sekedar dimaknai rutinitas ibadah tahunan, tapi perlu dijadikan refleksi perubahan dalam sikap dan perilaku,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga menyoroti pentingnya memahami akidah secara aktif dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, akidah tidak boleh dipahami secara pasif, melainkan harus menjadi kekuatan yang mendorong umat untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Mengapa kondisi umat Islam saat ini rendah sekali pengetahuannya? Salah satunya adalah karena akidahnya pasif. Tidak aktif. Hal ini kemudian juga diperparah dengan minat baca bangsa Indonesia yang sangat rendah,” ucap Dadang.
Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan. Karena itu, warga Muhammadiyah didorong untuk terus meningkatkan literasi dan memperluas wawasan.
“Akidah yang aktif, minat baca yang tinggi, dan penguasaan ilmu pengetahuan diharapkan mampu melahirkan perubahan nyata di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan pengajian Ramadan tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Herry Suhardiyanto, yang berharap momentum Ramadan dapat membawa keberkahan sekaligus energi positif bagi seluruh civitas akademika dalam menjalankan aktivitas sepanjang tahun.